#Manchester#City#Sepakbola#Liga#Champions

Tulah Guardiola Gagalkan Mimpi City

( kata)
Tulah Guardiola Gagalkan Mimpi City
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (twitter.com/mancity)

MANCHESTER (Lampost.co) -- Sebagai salah satu tim yang difavoritkan merengkuh gelar Liga Champions 2018-2019, Manchester City justru gagal memenuhi ekspektasi publik. Pada laga pembuka Grup F Liga Champions, Kamis (20/9) dini hari, The Citizens justru dipermalukan oleh tamu mereka Olympique Lyon di hadapan publik sendiri.

Bermain di Stadion Etigad, Manchester, The Citizens kalah 1-2 dari Lyon. Ketidakhadiran Pep Guardiola di lapangan disinyalir menjadi penyebab tumbangnya juara Liga Primer Inggris musim lalu itu kali ini.

Pelatih asal Spanyol tersebut hanya bisa menyaksikan anak-anaknya bertanding dari tribun penonton. Guardiola sedang menjalani sanksi berupa larangan berada di pinggir lapangan sebanyak satu pertandingan yang diberikan oleh UEFA atas protes berlebihan Guardiola kala City berjumpa dengan Liverpool pada perempat final Liga Champions musim lalu.

Asisten pelatih City, Mikel Arteta mengatakan, ketidakhadiran Guardiola memang sangat berpengaruh di lapangan. Apalagi, akhir-akhir ini, performa City masih belum memuaskan Guardiola di laga-laga awal EPL 2018-2019.

"Kenyataannya, Pep Guardiola tidak berada di pinggir lapangan dan akhirnya kami mengalami kenyataan. Saya tidak tahu bagaimana hasilnya bila dia da di sini," ujar Arteta.

"Tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun pada laga Liga Champions. Kami tidak memenangi duel antar pemain, tidak bermain dengan efektif dan akhirnya kami menerima hukumannya," lanjut Arteta.

Manchester CIty sudah tertinggal dua gol pada babak pertama. Tim tamu unggul cepat melalui Maxwel Cornet yang mencetak gol pada menit 26 dan Nabil Fekir pada menit 43.

Beruntung pada babak kedua, The Citizens mampu memperkecil ketertinggalan. Melalui tembakan Bernardo SIlva di menit 67, City pun dapat membalas satu gol, sayangnya itu gol balasan terakhir dari City kali ini sehingga laga harus berakhir dengan kedudukan 1-2.

Sementara itu, Pelatih Lyon, Bruno Genesio mengatakan timnya layak menang atas City. Bahkan, menurut Genesio, skuat asuhannya sebenarnya sanggup mengakhiri laga dengan kemenangan 3-0 apabila mereka tidak tertekan di akhir babak kedua.

"Lyon punya kans membuat skor jadi 3-0 untuk mengakhiri laga. Kami sedikit menderita pada menit-menit akhir karena Manchester City mengganti pemain dan punya kecepatan serta peningkatan ritme. Namun, kami tetap solid dan kemenangan ini memuaskan," pungkasnya.

 

 

MI



Berita Terkait



Komentar