#viruscorona#viruskorona#kesehatan#beritalampung

Tukang Jahit Kebanjiran Pesanan Masker 

( kata)
Tukang Jahit Kebanjiran Pesanan Masker 
Tukang jahit pakaian banjir pemesanan masker. Lampost.co/Eliyah

Liwa (Lampost.co): Sulitnya mendapatkan masker akibat merebaknya virus covid-19, dimanfaatkan oleh salah seorang pemilik usaha menjahit, Elda Sulastri di Pekon Padangcahya, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat.

Elda pemilik usaha Nabila Taylor itu mengaku awalnya membuat masker untuk kebutuhan sendiri. Foto masker buatannya itu kemudian dimuat di media sosial.

"Sejak itulah banyak yang pesan sehingga kami mulai melayani pemesanan itu. Sejak itu pula kami mendapat banyak pesanan," kata dia, Minggu, 29 Maret 2020.

Menurutnya, kain atau bahan masker yang dibuatnya itu berbeda-beda dengan harga jual pun juga berbeda. Ada empat jenis bahan yang disediakan. Untuk masker bahan Toyobo dijual Rp80 ribu per lusin. Kemudian bahan Ladi Zara Rp120 ribu per lusin, Drieal Rp65 ribu per lusin dan jenis bahan Osport Rp65 ribu per lusin.

Bahkan pemesanan masker yang dibuatnya itu, kata dia, tidak hanya masyarakat Lambar saja akan tetapi ada juga pemesanan dari luar daerah yaitu Lampung Utara.

Saat ini lanjut dia, pihaknya sedang membuat masker sebanyak 93 lusin untuk memenuhi permintaan yang tersebar di Bukit Kemuning, Lampung Utara sebanyak 50 lusin. Kemudian Way Kanan 20 lusin, Fajar Bulan (Lambar) 3 lusin dan lainnya. 

Menurutnya, dalam satu hari pihaknya dapat memproduksi 350 pcs masker dengan memberdayakan tiga pekerja. Sejak pekan lalu masker buatannya itu rata-rata terjual sebanyak 10 lusin per hari di Lampung Barat dengan keuntungan mencapai 100%.

"Pemesanan pertama justru datang dari orang Puskesmas sebanyak 20 lusin," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar