#kabarduka#rektoritera

Tujuh Tahun Prof Ofyar Membangun Itera untuk Sumatra

( kata)
Tujuh Tahun Prof Ofyar Membangun Itera untuk Sumatra
Rektor Prof Ofyar Z Tamin saat wawancara dalam Dialog Spesial Metro TV Lampung, beberapa waktu lalu. Dok


Bandar Lampung (lampost.co) -- Pembangunan Institut Teknologi Sumatera (Itera) tidak terlepas dari peran Rektor Prof Ofyar Z Tamin. Ia menjadi nahkoda yang berhasil membuat kampus tersebut menjadi salah satu kampus unggul di Sumatra.

Cita-citanya adalah menjadikan Itera sebagai center of excellence di Sumatera. Hal itu sesuai latarbelakang berdirinya kampus yang berlokasi di Jatiagung, Lampung Selatan itu.

Pada kesempatan wawancara dalam Dialog Spesial Metro TV Lampung, ia menyampaikan, Itera didirikan di atas lahan 275 hektare namun masih minim gedung dan sarana. Hal itu menjadi salah satu prioritas diawal kepemimpinannya.

Kemudian, ia juga meningkatkan jumlah SDM pengajar. Bahkan para dosen pun diberikan beasiswa hingga ke luar negeri untuk meningkatkan kapasitas mengajar.

Sementara untuk kurikulum, ia bersama tim melakukan hilirisasi dari berbagai daerah di Sumatra. Hal itu untuk mengetahui kebutuhan SDM di setiap daerah. "Saat ini yang paling banyak dibutuhkan adalah teknik informatika dan teknik farmasi," ungkapnya.

Kemudian menjaring mahasiswa diprioritaskan untuk orang Sumatra. Hingga 2021, Itera memiliki tiga jurusan dengan 35 program studi. Itera juga memiliki program studi teknik perkeretaapian pertama di Indonesia.

Saat ini Itera memiliki sejumlah gedung dengan fasilitas laboratorium komputer, laboratorium teknik, serta observatorium. Bahkan saat ini Itera memiliki kebun raya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan, pendirian Itera sebagai persiapan Indonesia menghadapi bonus demografi pada 2045. Sehingga, Indonesia mampu memaksimalkan jumlah usia produktif untuk memajukan bangsa.

Menurutnya selama ini hanya ada dua institut teknologi di Indonesia, tetapi kedua berada di Pulau Jawa. Sehingga terjadi disparitas SDM secara nasional antara Jawa dan wilayah lainnya.

"Daerah lain kalau mau belajar teknik harus ke Jawa. Namun, kebanyakan setelah lulus mereka tidak kembali ke daerah tapi bekerja di Jawa," ujar pria kelahiran Medan, 23 Agustus 1958.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar