#beritalampung#beritalamteng#kerusuhan#kriminal

Dua Tersangka Penyerangan di PT GAJ Positif Amfetamin

( kata)
Dua Tersangka Penyerangan di PT GAJ Positif Amfetamin
Kapolres Lamteng AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya (tengah) saat berada di Mapolsek Padangratu. Lampost.co/Raeza Handanny Agustira


Gunungsugih (Lampost.co): Dua orang dari tujuh tersangka penyerangan petugas polisi yang melakukan pengamanan di PT Gunung Aji Baru (PT GAJ), Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah dalam pemeriksaan urine dinyatakan positif amfetamin (ampethamine).

Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya menerangkan dua tersangka yang positif amfetamin adalah ZA (28) warga Kampung Negeri Kepayungan, Kecamatan Pubian, Lamteng, dengan barang bukti pisau garpu dan YUN (21) seorang kepala seksi di Kampung Gedungharta, Kecamatan Selagai Lingga, Lamteng dengan barang bukti satu buah kerambit.

Sementara lima lainnya, yakni, NAS (38) warga Kampung Tanjungkemala, Kecamatan Pubian, dari tangan pelaku diamankan senjata tajam jenis golok. Lalu HAL (26) warga kampung Gedungharta, Kecamatan Selagai Lingga, Lamteng, dengan barang bukti senjata tajam jenis Garpu. MIF (19) warga Kampung Negeri Kepayungan, Kecamatan Pubian, Lamteng dengan barang bukti senjata tajam jenis pisau. Selanjutnya, HER (70) warga Kampung Gunungraya, Kecamatan Pubian, Lamteng, dengan barang bukti batu gumpalan semen dan ANS (70) warga Kampung Gunungraya Kecamatan Pubian, Lamteng dengan barang bukti tombak.

Berita terkait: DPRD Lamteng Panggil Ulang PT GAJ

"Tujuh dari delapan orang yang kami amankan telah ditetapkan sebagai tersangka. Untuk WAR (43 ) seorang operator Kampung Gunungraya, Kecamatan Pubian, belum kami ditetapkan sebagai tersangka. Karena sedang dalam pemeriksaan dan sedang kami dalami," kata Doffie, saat melakukan konferensi pers di Mapolsek Padangratu, Selasa, 21 November 2022.

Doffie menambahkan polisi terus mengadakan patroli dialogis dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan-tindakan melawan hukum. Masyarakat diimbau agar tidak terprovokasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong (hoaks).

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar