#cagarbudaya#wisata

Tugu Pepadun Dinilai Ubah Gunungsugih dari Kesan Rawan Kejahatan

( kata)
Tugu Pepadun Dinilai Ubah Gunungsugih dari Kesan Rawan Kejahatan
Penampakan Tugu Pepadun di Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Gunungsugih, Lamteng. Lampost.co/Raeza Handanny Agustira


Gunungsugih (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng) menyebut keberadaan Tugu Pepadun dan Kopiah Emas di Kecamatan Gunungsugih mampu mengubah kesan wilayah tersebut yang sebelumnya dianggap rawan kejahatan menjadi daerah terhormat. 

Tugu Pepadun dan Kopiah Emas merupakan dua dari 36 situs yang mendapatkan surat keputusan (SK) sebagai cagar budaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Lamteng pada 2017. 

Kepala Disdikbud Lamteng, Syarif Kusen mengatakan, Tugu Pepadun dan Tugu Kopiah Emas yang merupakan bagian dari rencana ruang terbuka hijau (RTH) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lamteng menarik minat para wisatawan untuk berkunjung. 

"Pada 2002, pengendara yang mengalami pecah ban di wilayah Gunungsugih merasa takut. Sekarang masyarakat tahu ada Tugu Pepadun dan Tugu Kopiah Emas, yang menjadi bagian dari cagar budaya. Sekarang warga justru bisa berbelanja, menikmati suasana sore, maupun berswafoto di sana," katanya, Senin, 28 Maret 2022. 

Baca: Disdikbud Lamteng Tetapkan 36 Benda Cagar Budaya

 

Tugu Pepadung berbentuk empat tangan perempuan yang sedang menari berwarna kuning-cokelat berlapis perunggu. Tangan-tangan itu menopang singgahsana Pepadun yang diindungi payung tiga susun.  

"Payung tersebut dinamakan payung agung, sebuah payung yang melambangkan tingkat penyimbang atau kepala adat. Pada bagian bawah patung telapak tangan penari ditopang lapik persegi empat bertingkat tiga. Lapik paling bawah berukuran lebih besar dari lapik di atasnya. Lapik teratas dihias relief kepala burung garuda di setiap sisinya, lapik bagian tengah diisi oleh relief mahkota siger," terangnya. 

Sementara Tugu Kopiah Emas berdiameter tiga meter dengan tinggi kurang lebih 11 meter. 

"Saya sudah sering ke sini. Kalau pas dari Bandarjaya mampir singgah sejenak di sini. Nyore bareng keluarga, ramai, dan nyaman," kata salah satu pengunjung, Eka, warga Kecamatan Kalirejo.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar