covid-19tubaba

Tubaba Habiskan Rp11,9 Miliar Tangani Covid-19

( kata)
Tubaba Habiskan Rp11,9 Miliar Tangani Covid-19
Dok. Lampost.co

Panaragan (Lampost.co) -- Anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp11,9 miliar dari total anggaran yang disiapkan sebesar Rp30,9 miliar atau 38 persen.

Sementara itu, jumlah kasus positif covid-19 tercatat sebanyak empat kasus dan keseluruhannya telah dinyatakan sembuh setelah dilakukan isolasi di RSUD Tubaba, kesemuanya masuk klaster gowa.

Aggaran belanja tidak terduga (BTT) khusus Covid-19 dari APBD 2020 tersebut digunakan untuk bantuan sosial (bansos) beras sebesar Rp7,5 miliar, bidang kesehatan (Rp3,5 miliar), pertanian (Rp880,9 juta) dan bantuan operasional satgas gugus tugas (BPBD) sebesar Rp251,6 juta.

Penggunaan anggaran Rp30,9 miliar tersebut akan dipertanggungjawab masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) selaku pengguna anggaran dengan sistem pencairan tambah uang (TU) sesuai dengan Permendagri Nomor 20 tahun 2020 tentang  Percepatan penanganan  Corona atau Covid-19 dilingkup pemerintah daerah.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat, Mirza Irawan melalui sekretaris BPKAD, Ainudin Salam membenarkan penyerapan anggaran covid-19 tersebut. 

Dia menjelaskan berdasarkan hasil refocusing dan realokasi anggaran untuk menangani dampak dari wabah virus corona pemkab setempat menyiapkan anggaran sebesar Rp30,9 miliar yang disiapkan dalam BTT. Namun, hingga Kamis (18/6) dana Covid-19 tersebut baru terserap sebesar Rp11,9 miliar.

"Ya. berdasarkan data pengajuan permintaan penggunaan anggaran Covid-19 belum seluruhnya terserap. Sebab, sampai hari ini kami mencatat baru Rp11,9 miliar  dari Rp30,9 miliar  atau 38 persen,"ujar Ainudin, kepada lampost.co, Kamis 18 Juni 2020 siang.

Dia mengatakan dalam peneyerapan anggaran Covid-19 tersebut pemkab tidak menggunakan sistem lumsum tapi menggunakan sistem TU yang pertanggungjawab penggunaan anggarannya masuk dalam anggaran SKPD pengguna.

"Keuangan hanya memproses pengajuan anggaran yang diminta. Terkait dengan penggunaan anggaran seluruhnya menjadi tanggungjawab pengguna, karena mereka yang faham kegiatan yang dilakukan,"kata dia.

Terkait dengan  anggaran yang belum terserap kata dia, pemkab akan melakukan penataan dalam APBD Perubahan 2020. "Kita belum bisa mengatakan dana covid  ini sisa, karena wabah corona ditingkat nasional masih terus meningkat. Tapi, penataan anggaran tetap akan dilakukan pada APBD Perubahan 2020,"pungkasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar