#Hiburan#Kesenian#Pertunjukan#Umar-Ahmad#Tubaba

Tubaba Gelar Megalithic Millenium Art

( kata)
Tubaba Gelar Megalithic Millenium Art
Ilustrasi Dok Panitia


Bandar Lampung (lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) akan menggelar festival seni bertajuk Sharing Time: Megalithic Millenium Art. Kegiatan akan dilaksanakan pada 22-26 Januari 2020 sejumlah titik antara lain Kota Budaya Ulluan Nughik, Sessat Agung, Las Sengok (Tiyuh Karta) dan Situs Patung Megouw Park, Tubaba.

Andika selaku panitia pelaksana mengatakan kegiatan tersebut digagas oleh Bupati Umar Ahmad. Bupati Tubaba menurutnya ingin menjadikan Tubaba sebagai satu wilayah yang memiliki atmosfer kebudayaan sekaligus wilayah yang memiliki wawasan ekologis.

Andika juga menambahkan, Umar Ahmad selaku penggagas percaya bahwa melalui pendidikan kesenian dan lingkungan manusia bisa berubah menjadi lebih baik, menjadi lebih beradab.

"Dalam lima tahun terkahir anak-anak di Tubaba bisa berlatih kesenian seperti teater, sastra, seni rupa, musik, film, fotografi dan tari. Juga berlatih pendidikan ekologi untuk membangun kesadaran dalam praksis sehari-hari," ujarnya, Sabtu, 18 Januari 2020.

Ia memaparkan tema yang diusung merupakan pertemuan dua tradisi. Megalithic sendiri, lanjutnya, menunjukan situs megalitik sebagai ruang sunyi yang mendekatkan diri dengan alam, Tuhan dan peradaban masa silam. Sementara Millennium merujuk pada manusia dan situasi masa kini.

"Megalithic Millennium Art ini memiliki spektrum pengertian teramat kaya. Kita akan lebih memahaminya dalam seluruh gelaran acara yang berupa: Sarsehan, workshop dan pertunjukan," ujarnya.

Direncakan kegiatan yang diikuti sejumlah seniman dari berbagai negara itu akan dibuka langsung oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

Para penyaji yang akan hadir adalah Andy Burnham (Arkeolog, pendiri dan editor web Megalithic Portal, Inggris), Alexander Gebe (Seniman, anggota Teater Kober, Lampung), Ari Rudenko (Seniman lintas disiplin dari Amerika Serikat).

Kemudian ada pula Anna Thu Schmidt (penari asal Jerman yang menyelesaikan studi masternya di Throndeim, Norwegia), Agus Sangishu (Rumah Tari Sangishu, Lampung) Bettina Mainz  (Penari, guru dan terapis trauma berbasis di Berlin, Jerman) akan pentas kolaborasi bersama suaminya Rodolfo Mertig (Fisikawan).

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar