#TrukBerdimensiLebihDisanksi#Kemenhub#Tol

Truk Berdimensi dan Kapasitas Lebih Bakal Disanksi

( kata)
Truk Berdimensi dan Kapasitas Lebih Bakal Disanksi
Direktur Perhubungan Darat pada Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi di Bekasi, Jawa Barat, Senin malam, 30 September 2019. Medcom.id/ Antonio

BEKASI (Lampost.co) -- Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mempersiapkan sanksi tegas bagi kendaraan kelebihan dimensi dan muatan yang melintas di jalan tol. Hal itu rencananya akan dilakukan pada 2020 mendatang.

Direktur Perhubungan Darat pada Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan pada 2020 Jasa Marga dan BPTJ berencana memasang WIM (Weigh in Motion) untuk mendeteksi muatan kendaraan. Sehingga sudah tidak ada lagi kendaraan yang kelebihan muatan masuk ke dalam jalan tol.

"Over dimensi atau memanjangkan atau kemudian memasukkan ke Indonesia kendaraan yang tidak izin kemudian dilakukan dimensi yang lebih itu adalah sebuah pelanggaran pidana. Ancamannya satu tahun kemudian dendanya Rp24 juta," kata Budi di Bekasi, Jawa Barat, Senin malam, 30 September 2019.

Budi menjelaskan pihaknya memberikan tolerasi enam bulan kepada pengusaha logistik untuk menormalisasi truk yang kelebihan kapasitas dan dimensi. Jika waktu tersebut telah selesai maka akan dilakukan tindakan tegas berupa sanksi tilang atau pelanggaran Pasal 277 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Budi menjelaskan penindakan tegas itu sudah dilakukan di sejumlah provinsi dan perusahaan logistik terbukti bersalah serta dikenakan denda.

"Yang paling rugi lagi adalah saat kendaraan over dimensi terjadi kecelakaan, bukan hanya pengemudinya saja yang bertanggung jawab, seperti kasus yang di Purwakarta itu pengusahanya langsung dipanggil. Bukan bertanggungjawab masalah perdatanya tapi pidananya. Karena yang menyuruh untuk meninggikan atau dimensi tidak sesuai termasuk juga perusahaan yang memberikan pekerjaan," pungkas Budi.

Medcom.id



Berita Terkait



Komentar