#ekonomilampung

Triwulan III 2021 Ekonomi Lampung Menggeliat

( kata)
Triwulan III 2021 Ekonomi Lampung Menggeliat
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Oleh: Ary Nugroho, Pegawai Kanwil DJPb Provinsi Lampung

EKONOMI Lampung pada triwulan III 2021 tetap tumbuh meski kegiatan ekonomi masyarakat terbatas akibat adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Data Kajian Fiskal Regional yang dirilis Kanwil DJPb Provinsi Lampung mencatat tumbuh positif 3,05%.  Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 1,31 %. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih mendominasi pembentukan Produk Domestik Bruto (PDRB) yaitu 58,48% dan berkontribusi 1,16% pada pertumbuhan triwulan ini.

Kinerja ekspor juga menunjukkan tren meningkat dengan pertumbuhan 19,94%. Belanja pemerintah juga tumbuh 2%. Kondisi perekonomian juga semakin baik didukung inflasi yang terkendali yaitu 1,56%. Kesejahteraan masyarakat secara umum juga menunjukkan perbaikan ditandai dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,69%, lebih rendah dari rata-rata nasional yang 6,49%.

Baca: Produktivitas Ekspor Dukung Pemulihan Ekonomi Lampung

 

Peran pemerintah untuk menstimulus perekonomian Provinsi Lampung tercermin dari instrument Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). APBN sebagai instrumen fiskal sangat berperan penting sebagai katalisator perekonomian. Penerimaan APBN di Provinsi Lampung sebagian besar ditopang oleh penerimaan perpajakan.

Pada triwulan III ini mencatatkan realisasi sebesar Rp6,7 triliun tumbuh 37,71% dibanding tahun sebelumnya. Dari sisi Belanja APBN, Belanja Pemerintah Pusat terealisasi sebesar Rp6,9 triliun atau 65,8% dari pagu. Sedangakan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) terealisasi sebesar Rp15.6 triliun alias 73, 98% dari pagu yang tersedia.

Sementara itu untuk APBD di Provinsi Lampung mencatatkan surplus Rp2,15 triliun. Capaian output sektoral juga cukup menggembirakan, yaitu sektor pendidikan 79,79 %, pendidikan 69,13%, dan infrastruktur 67,98%. Kinerja fiskal yang baik ini diharapkan mampu mendorong perekonomian Provinsi Lampung tumbuh semakin cepat dan tinggi sehingga memiliki multiplier effect terhadap perkonomian dan masyarakat Provinsi Lampung.[]

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar