#rerie

Transformasi Digital Harus Didukung Regulasi dan Literasi

( kata)
Transformasi Digital Harus Didukung Regulasi dan Literasi
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Transformasi digital dinilai perlu dikawal dengan regulasi dan literasi dari pemangku kepentingan dan masyarakat. Hal itu agar mampu memberikan daya dorong signifikan untuk pertumbuhan di berbagai bidang. 

"Memasuki era digital di berbagai bidang saat ini membutuhkan antisipasi yang baik untuk menekan dampak negatif dan meningkatkan pertumbuhan di sejumlah sektor," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 11 November 2022. 

Era digital saat ini menawarkan banyak peluang untuk meningkatkan kinerja di sektor ekonomi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut nilai ekonomi digital di Indonesia berpotensi mencapai 330 miliar dolar AS pada 2030. 

Di sisi lain kesenjangan digital berbasis gender juga menjadi tantangan semua pihak. Terlebih yang dialami masyarakat, khususnya perempuan pedesaan dan kelompok lanjut usia. 

Menurut dia, untuk memanfaatkan peluang dan menekan dampak dari upaya transformasi digital itu sejumlah regulasi yang mampu melindungi segenap masyarakat harus segera direalisasikan. 

Upaya meningkatkan literasi digital masyarakat, tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, juga harus dilakukan secara masif lewat berbagai sosialisasi yang mampu memberi pemahaman kepada setiap warga negara. 

Peluang yang ditawarkan dunia digital ini, ujar anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, harus benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat luas dibarengi perangkat regulasi yang memadai. 

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengajak seluruh anak bangsa bersama-sama menjemput peluang transformasi digital tersebut dengan tetap menerapkan nilai-nilai luhur bangsa. 

Menurut dia, penting bagi generasi penerus bangsa untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan yang diwarisi para pendiri bangsa dalam menyikapi berbagai perubahan, termasuk dalam transformasi digital saat ini. 

"Peluang dan manfaat yang didapatkan dari hasil transformasi digital dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat, bukan malah menghancurkan karakter dan identitas anak bangsa," kata dia.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar