#EKBIS#ZAKAT#BERITALAMPUNG

Transaksi Zakat yang Menggunakan QRIS Berikan Kenyamanan

( kata)
Transaksi Zakat yang Menggunakan QRIS Berikan Kenyamanan
Ilustrasi:Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -– Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, mengatakan transaksi zakat dan amal menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dapat memberikan kenyamanan.

“ Pandemi membuat semua terganggu, termasuk ekonomi dan traksaksi, menyiasasi transaksi ini bersamaan dengan program kami yang telah diluncurkan 17 Agustus 2019 lalu, kami harapkan transaksi ini memberikan solusi yang tepat ditengah pandemi,” katanya dalam kegiatan virtual zoom yang diikuti BSI, BI dan Baznas ke Provinsi Lampung, Jumat, 16 April 2021. 

Menurutnya, inovasi kanal berbasis digital ini awalnya untuk mendukung ekonomi segmen ritel. Ternyata QRIS menembus segala lini. Bahkan, hingga berdonasi. Selain efisien waktu, tenaga, juga tak akan takut terpapar virus dengan memegang uang langsung.

“Pemerintah bisa lakukan untuk lakukan transformasi digital dengan siapkan roadmap strategis, baik pemerintahan, layanan medis, kesehatan, perdagangan, pendidikan hingga kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Saat ini juga, QRIS telah menyasar 86 ribu mercant di Indonesia yang merupakan urutan ke-16 di Indonesia. Selain itu juga di tahun 2021 ini telah menjadi 99 ribu dimana naik 15 persen sejak akhir tahun.

“Perkembangan QRIS terus meningkat 9 persen per bulan. Dengan nilai transaksi QRIS mencapai Rp979 miliar, ini capaian luar biasa karena hampir Rp1 triliun dengan waktu yang cukup singkat,” katanya.

Area Manager BSI Lampung, Habiburrahman, mengatakan jika kerja sama tersebut untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk membayar zakat sehingga mendukung pembangunan ekonomi.

"Melalui sinergi, BSI berkomitmen untuk mendukung Baznas dalam meningkatkan layanan transaksi ZIS dan melalui layanan elektronik secara aman, nyaman, mudah dan jangkauan yang luas,” ujar Habiburrahman.

Di sisi lain, Sekretaris Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, mengatakan bahwa  perkembangan teknologi digital menuntut untuk menyesuaikan diri. Menurutnya, Covid-19 juga mengajak untuk menerapkan protokol kesehatan antara lain menggunakan yang aman dalam bertransaksi.

“Di beberapa negara cashless ini sudah masif, dan di negara Indonesia sedang digalakkan, baik penjualan UMKM maupun masjid juga sudah ada yang menggunakan barcode QRIS, jadi cukup menscan untuk infak atau sadaqoh,” katanya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar