#Imlek#Bakauheni

Trafik Penyeberangan di Bakauheni Naik 2 Sampai 3 Persen pada Libur Imlek

( kata)
Trafik Penyeberangan di Bakauheni Naik 2 Sampai 3 Persen pada Libur Imlek
Arus kendaraan di loket tiket penyeberangan Pelabuhan Bakauheni terpantau normal, Jumat, 12 Februari 2021. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co) -- PT ASDP Cabang Bakauheni memperkirakan arus kendaraan dan penumpang pada libur Imlek 2021 meningkat sekitar 2 sampai 3% dari hari biasanya. ASDP menyiagakan 33 kapal per hari dengan loket tiket sepeda motor sebanyak dua unit, roda empat atau lebih 12 unit, dan loket penumpang sembilan unit.

Humas PT ASDP Cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap, mengatakan arus kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Bakauheni terbilang landai pada libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan libur Imlek.

"Landai. Kalau dilihat hasil pantauan reservasi tiket online sistem ada peningkatan mungkin sekitar 2-3 persen dari hari biasa," kata Saiful kepada Lampost.co, Jumat, 12 Februari 2021.

Pihak ASDP, ujar dia, memaksimalkan sebanyak 27  hingga 33 kapal beroperasi setiap harinya. Selain pengoperasian kapal besar, PT ASDP juga mempersingkat port time dari maksimal 60 menit menjadi 45 menit. Sedangkan waktu berlayar (sailing time) tetap 120 menit.

”Walau pun lonjakan trafik pengguna jasa penyeberangan hanya naik 2-3 persen, kami tetap menerapkan pola operasional layaknya angkutan Lebaran pada libur panjang akhir pekan ini yang berbarengan dengan hari libur nasional karena banyaknya orang yang berwisata,” jelas Saiful.

Ia juga mengingatkan, pengguna jasa yang menggunakan moda transportasi laut wajib menerapkan protokol kesehatan (Prokes) seperti memakai masker, selalu mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak. Untuk mencegah penyebaran Covid-19,  pihaknya juga menyediakan hand sanitizer, disinfektan, dan cek suhu pengguna jasa.

"Sampai saat ini untuk melakukan penyeberangan Bakauheni - Merak atau sebaliknya cukup dengan mematuhi prokes yang berlaku seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan jaga jarak," ungkapnya.

 

Gelombang laut di jalur feri rendah

Sementara itu, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni, Iwan Syahrial mengatakan kondisi cuaca dan gelombang di perairan Selat Sunda 
bagian utara masih aman dari ancaman cuaca ekstrem. 

Berdasarkan data dari Pusat Meteorologi Maritim, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda bagian utara yang merupakan jalur penyeberangan kapal feri lintas Merak - Bakauheni kondisi cuaca diperkirakan hujan ringan dengan kecepatan angin 1-24 knot yang bertiup dari Barat Daya - Barat Laut dan gelombang rendah kisaran 0.50 - 1.25 meter.

Kemudian perlu diwaspadai gelombang laut dengan ketinggian 1.25 - 2.5 meter di wilayah Selat Sunda bagian selatan dan perairan selatan Banten yang berisiko tinggi terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang.  Lalu, waspada juga potensi gelombang laut dengan ketinggian 2.5 - 4.0 meter di wilayah Samudera Hindia selatan Banten yang berisiko tinggi terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, dan feri. 

Pada umumnya angin  bertiup dari Barat Laut dengan kecepatan 1 - 20 knot. Angin di wilayah Selat Sunda bagian selatan umumnya bertiup dari Timur Laut dengan kecepatan 1 - 15 knot. Angin di wilayah perairan selatan Banten umumnya bertiup dari Barat Laut dengan kecepatan 1 - 10 knot. Angin di wilayah Samudera Hindia selatan Banten umumnya bertiup dari barat dengan kecepatan 1 - 10 knot.

"Saya ingatkan kepada masyarakat yang beraktivitas di laut agar mewaspadai ancaman gelombang tinggi diperairan selat Sunda bagian selatan," kata Iwan. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar