#jalantol#tolsumatera#lampung#mesuji

Tol Terbanggi Besar—Pematang Panggang—Kayu Agung Gratis Sebulan

( kata)
Tol Terbanggi Besar—Pematang Panggang—Kayu Agung Gratis Sebulan
Presiden Joko Widodo didampingi beberapa menteri dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat meresmikan JTTS Terbanggi Besar—Pematang Panggang—Kayu Agung di pintu tol Simpang Pematang, Mesuji, Jumat, 15 November 2019. Lampost.co/Asrul Septian Malik

MESUJI (Lampost.co) -- Ruas JTTS Terbanggi Besar—Pematang Panggang—Kayu Agung sepanjang 189,2 km diresmikan Presiden Joko Widodo di pintu tol Simpang Pematang, Mesuji, Jumat, 15 November 2019. Pengendara yang menggunakan tol terpanjang tersebut belum dipungut biaya alias gratis selama sebulan sejak dioperasionalkan Sabtu pagi, 16 November 2019.

Awalnya Jokowi ditanya awak media, kapan mulai beroperasi,  lantas Jokowi menanyakan hal tersebut ke Dirut PT Hutama Karya Bintang Perbowo. Dirut HK menjawab mulai Sabtu pagi, 16 November 2019. "Dicoba dulu gratis satu bulan," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan rampungnya JTTS,  memiliki banyak manfaat, yakni  menciptakan titik-titik ekonomi baru, dan perbaikan jaringan logistik yang lebih baik. Kemudian memberikan fasilitas terhadap produsen, baik pertanian, perkebunan, perikanan maupun sentra-sentra industri, dan menciptakan lapangan kerja.

"Kehadiran jalan tol juga akan dapat memberikan fasilitas kepada sentra produksi, kawasan industri dan perdagangan di Pulau Sumatera sehingga dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk lokal. Artinya, kalau di sini ada karet, sawit, ikan, ini akan mempercepat (distribusi). Memfasilitasi sentra-sentra produksi yang ada, mobilisasi barang dan orang lebih cepat dan lebih mudah, " katanya.

Ruas tol ini merupakan yang terpanjang yang pernah diresmikan Presiden Jokowi hingga saat ini. “Tol dari ruas Pematang Panggang sampai Kayu Agung ini total panjangnya 189 kilometer. Ini adalah jalan tol terpanjang yang pernah saya resmikan. Kita harapkan nanti akan disambung lagi dari Kayu Agung ke Palembang dan Palembang ke Betung di Banyuasin,” katanya.

Presiden berharap para kepala daerah bisa memanfaatkan hal tersebut dengan menyambungkan jalan tol ke berbagai titik pertumbuhan ekonomi. “Saya tadi sampaikan ke gubernur, bupati, dan wali kota. Menyambungkan ke kawasan-kawasan wisata, sentra-sentra produksi perikanan, perkebunan, pertanian sehingga muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Termasuk juga ke zona-zona industri, semuanya. Ini tugasnya gubernur, bupati, wali kota ke sana. Kalau enggak mampu, ya pusat lagi,” ujarnya.

Pembangunan jalan tol, menurut Kepala Negara, juga berkaitan dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini tercermin dari pembangunan jalan tol yang tersebar, tidak hanya di Pulau Jawa. “Kita harapkan nanti dari Lampung menuju ke atas sampai di Aceh. Insya Allah di 2024 sepanjang 2.700 kilometer akan bisa kita selesaikan,” ujarnya.

Terakhir, dengan dibangunnya jalan tol pemerintah juga hendak membentuk peradaban yang lebih baik dalam hal transportasi dan infrastruktur jalan. Dari yang awalnya jalan-jalan kecil di kampung, kemudian jalan kabupaten, jalan provinsi, jalan nasional, hingga jalan tol.

“Seluruh rakyat nanti bisa menikmati sehingga mobilitas orang, jasa, semuanya akan lebih cepat lagi,” katanya.

Mengutip siaran pers Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ruas tol yang diresmikan Presiden kali ini memiliki panjang 189,2 kilometer dan merupakan bagian dari tol Trans-Sumatera sepanjang 2.974 kilometer. Presiden berharap pembangunan jalan tol Trans-Sumatera ini terus dilanjutkan sampai ke Aceh hingga tersambung di tengah Pulau Sumatera.

“Ya diteruskan. Artinya, diteruskan sampai ke Aceh karena di sana pembebasan tanah sudah 52 persen. Di sana juga sudah mulai nanti sambungnya di tengah enggak tahu di mana sehingga mobilitas barang, orang, jaringan logistik kita semakin baik, stok infrastruktur kita akan semakin meningkat sehingga competitiveness index kita juga akan sangat baik,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan tol Terbanggi Besar—Pematang Panggang—Kayu Agung segera tersambung hingga Palembang pada akhir 2019. Dengan tersambungnya ruas tol Trans-Sumatera tersebut, waktu tempuh dari Bakauheni—Palembang sepanjang 365 kilometer akan lebih singkat menjadi 4—6 jam dari sebelumnya 10—12 jam. Presiden berharap hal serupa bisa dilakukan di wilayah lain di Indonesia, seperti di Kalimantan dan Sulawesi.

“Sama. Ini kan di sana mulai juga. Nanti misalnya Balikpapan—Samarinda dan Samarinda—Bontang. Kita ini ingin kecepatan dalam jaringan logistik kita. Dulu dari Lampung ke Palembang berapa jam? Bisa 10 jam, 9 jam, ada yang ngomong 11 jam. Sekarang 3 jam. Itu yang namanya kecepatan dan efisiensi,” ujarnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara peresmian jalan tol ini, antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Muharram Candra Lugina

Berita Terkait

Komentar