#refleksi#lampungpost#toko108

Toko108.com

( kata)
Toko108.com
Foto: Dok


DUA guru besar, dua doktor, dan satu lagi kandidat doktor Universitas Indonesia (UI) memberikan apresiasi, kritik, saran, serta usulan kerja cerdas agar Harian Lampung Post yang kini sudah berusia 46 tahun tetap hadir di tengah pembaca, meramaikan jagat raya.

Mereka adalah Profesor Sudjarwo, Profesor Khomsahrial Romli, Doktor Nairobi dan Arizka Warganegara, serta Usman Kansong. Berbagai harapan dan motivasi dalam artikel opini edisi khusus ulang tahun diterbitkan pada Senin, 10 Agustus 2020. Pakar dibidangnya itu memberikan arah mata angin–apa yang harus dilakukan oleh koran tertua di Lampung ini.

Lembaga yang berusia 46 tahun adalah sebuah kematangan, membangun peradaban untuk mencerdaskananak- anak bangsa. Tak hanya menyajikan berita, tetapi ikut menghadirkan belajar daring ruangjurnalistik.id dan e-commerce Toko108.com. Dua produk baru itu merupakan jawaban dari kegalauan Sudjarwo dalam artikelnya berjudul Berlayar Miring.

Sebagai panglima redaksi, kata Sudjarwo, Iskandar terus berinovasi agar nama Lampung Post tetap abadi di segala macam cuaca dan badai yang saat ini terus menghantam bisnis media cetak. Kepiawaian harian ini mengikuti keinginan pembaca. Bisnis koran cetak itu kini bertransformasi ke digital.

Tak cukup memenuhi dunia maya, ternyata Lampung Post  harus ditunjang kuat dengan konvergensi–menghadirkan media siar yakni Radio Sai 100 FM serta layar kaca, Metro TV Lampung. Sebagai perusahaan bisnis media yang mencerdaskan masyarakat, portal ruangjurnalistik.id dan e-commerce Toko108.com adalah pilihan di tengah pandemi Covid-19.

Mengilhami dua karya anak bangsa tersebut, adalah pilihan masyarakat agar tetap produktif dan aman Covid-19. Sehingga anak bangsa terus bisa belajar, perekonomian pun akan kembali bangkit. Harian ini mendorong akselarasi produk khas Lampung untuk dipasarkan di dunia maya yang aman dan nyaman. Pembuatan e-commerce sebagai wujud kepedulian.

Pengusaha mikro kecil dan menengah masih kesulitan menjajakan hasil kerajinan dan produk. Mereka banyak terpuruk akibat pandemi Covid-19. Toko108.com menjadi pilihan cerdas–pemasaran melalui digital. Berdasar pada pemikiran seorang pengajar Nairobi–lalu koran ini menyambutnya dengan karya nyata. Gayung pun bersambut.

Mengapa? Sebab, kata pengajar Universitas Lampung  itu, saat ini usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadapi persoalan mendasar yakni penguasaan teknologi digital. Belum lagi sebagian besar dari mereka berada di daerah tanpa jaringan internet. Harian ini berupaya mengurai benang kusut dari permasalahan klasik menuju tatanan baru.

Di era kenormalan baru ini–diperlukan ada lembaga yang jadi katalisator. Nairobi menawarkan koran ini jadi penghubung berbagai pihak. Sebab, ia memiliki jaringan yang sangat luas. Ia bisa berbagai pengalaman dan mediator antarpemerintah, calon investor, konsumen, platform start-up yang dibangun media ini dengan sebaran terluas di Lampung.

Yang jelas, kata Nairobi, koran terbesar ini, sebagian besar pembacanya adalah dari generasi “kolonial” yang belum terlalu percaya dan familier terhadap berbagai online shop yang ada. Generasi ini akan lebih yakin jika berbelanja dan bertransaksi di platform online – Toko108.com. Ini sebuah kepercayaan yang harus dijaga dan dirawat awak Lampung Post

***

Platform baru–Toko108.com adalah hasil kreativitas selama pandemi Covid-19. Selain membantu pemerintah dan rakyat yang terkena krisis, juga mendorong bisnis UMKM harus berbasis digital. Data terbaru yang dipublikasi Badan Pusat Statistik (BPS) pertengahan tahun ini mencatat, pertumbuhan ekonomi negeri ini terkoreksi hingga minus 5,32%.

Ekonomi berjalan melambat–berdampak negatif bagi kegiatan ekonomi kerakyatan. Saat pandemi, banyaknya pabrik tutup, perdagangan melesu, kegiatan ekonomi terjun bebas membuat pelaku usaha kembali berpikir keras agar perusahaan tidak bangkrut, tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Hasilnya? Anak Indonesia harus mengubah mindset agar tetap bertahan. Era sudah berubah. Persaingan superhebat sangat dekat di depan mata. Negeri ini tidak boleh kalah, dan harus memenangi pertarungan. Bumi Nusantara kaya raya, indah dilihat dan dinikmati. Ekonomi harus pulih.

Maka itulah, Direktur Utama PT Masa Kini Mandiri/Penerbit Lampung Post, Usman Kansong berpendapat banyak negara memasuki resesi ekonomi. “Satu negara dikatakan mengalami resesi ekonomi jika dua kuartal berturut-turut ekonomi tumbuh negatif,” kata dia.

Di kuartal pertama, kata Usman, ekonomi Indonesia tumbuh positif. Jika di kuartal kedua tumbuh negatif dan kuartal ketiga masih tumbuh negatif, Indonesia memasuki resesi ekonomi. Akhirnya, pemerintah berkerja cerdas untuk mencegah agar negara ini tidak memasuki resesi ekonomi.

Kerja cerdas itu ditunjukan pemerintah dengan menggelontorkan berbagai stimulus, insentif, bantuan sosial, bantuan langsung tunai agar terjaga daya beli masyarakat. Saatnya bahu-membahu agar tidak terjadi resesi.

Dan Covid-19 juga berdampak pada pendapatan media massa. Perusahaan pers melakukan efisiensi untuk bisa bertahan hidup. Beruntungnya, koran yang didirikan Solfian Achmad dkk. terus berinovasi menciptakan sumber pendapatan baru dengan berbasis konvergensi.

Selain memiliki media cetak, menambah bisnis radio, media daring, televisi, ruang jurnalisme daring, terakhir menciptakan marketplace Toko108.com.  Media arus utama seperti Lampung Post ini ikut bertanggung jawab serta berjibaku membangkitkan optimisme bagi pemulihan ekonomi.

Dan tidak salah, jika Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat resepsi HUT koran ini berharap, "Saya butuh media objektif yang mampu berkontribusi dalam pembangunan. Karya jurnalistiknya ikut membesarkan daerah ini.”

Yang jelas, media sebagai ruang publik memiliki fungsi pengawasan atas kinerja pemerintah. Menjadi sumber inspirasi, motivasi, informasi, serta berkewajiban mengedukasi masyarakat terkait pembangunan daerah.

Selain itu juga melakukan kontrol agar pembangunan terarah. Pengalaman selama pilkada, kata Arinal, media cetak tertua ini juga menjunjung  tinggi independensi, sehingga tidak perlu diragukan. Apalagi saat ini, Lampung Post sudah mengembangkan bisnis baru–Toko108.com untuk membantu pemasaran UMKM.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar