#pencabulan#trafficking

Tobas Minta Polda Dalami Dugaan Human Trafficking Kasus Pencabulan di Lamtim

( kata)
Tobas Minta Polda Dalami Dugaan Human Trafficking Kasus Pencabulan di Lamtim
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Taufik Basari berfoto dengan jajaran Polda Lampung usai melakukan kunjungan masa reses.Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Taufik Basari mendorong penanganan perkara pencabulan NF dengan tersangka oknum P2TP2A Lampung Timur Dian Ansori dilaksanakan komprehensif. Tobas, sapaan akarabnya, memberikan beberapa catatan.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, dia berharap Polda Lampung juga bisa membongkar adanya praktek human trafficking terhadap korban, selain perbuatan asusila yang dialami korban. Hal ini berangkat dari pengakuan korban yang didampingi LBH Bandar Lampung pernah dijual ke salah seorang ASN asal Lampung Timur berinisial B, dengan nominal uang tertentu.

"Kami memberikan dukungan penuh sekaligus pesan serius dalam menangani perkara ini, kami minta penyelidikan secara komprehensif, segala aspek harus ditelusuri (dugaan perdagangan orang). Nanti dalam kunjungan reses ini, saya juga bakal bertemu LBH dalam rangka menghimpun informasi, ada temuan lain. Kami mau tahu gambaran kasusnya, jika ada temuan baru, kami koordinasi dengan aparat penegak hukum," ujarnya saat melakukan reses di Polda Lampung, Rabu 22 Juli 2020.

Berangkat dari dugaan oknum ASN berinisial B, Tobas juga mendorong agar Pemkab Lampung Timur mengambil langkah sigap, minimal diperiksa oleh unsur inspektorat dan jika terbukti ada sanksi yang harus diterimanya.

"Karena itu, tidak hanya ada aparat penegak hukum, pemerintah kabupaten juga melakukan pemeriksaan supaya komprehensif. Kasus ini juga jadi bahan evaluasi dari semua unsur aparat penegak hukum maupun pemerintah," katanya.

Sebelumnya, penyidik Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung telah menyusun berkas perkara oknum P2TP2A Lampung Timur cabul Dian Ansori, tersangka asusila dengan korban NF (14).

"Berkas perkara sudah diajukan dan akan dilimpahkan tahap 1 ke JPU, hari ini," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Dalam perkara ini, aparat sudah memeriksa total 12 saksi, baik pelaku, korban, kerabat korban maupun saksi lainnya. Korban NF saat ini masih di rumah aman Dinas PPA Pemprov Lampung, dan dilindungki LPSK. "Total 12 saksi sudah diperiksa," kata mantan Kapolres Meranti itu.

Disinggung soal dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang diduga juga dilakukan pelaku, aparat masih melakukan pendalaman dan pengembangan, termasuk keterangan saksi-saksi lainnya dan keterangan tambahan dari korban.

"Kalau ditemukan bukti baru (TPPO dan adanya pelaku lain), tak menutup kemungkinan," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar