#TNI

TNI AL Sampaikan Permohonan Maaf soal Penolakan Pasien di RSAL Merauke

( kata)
TNI AL Sampaikan Permohonan Maaf soal Penolakan Pasien di RSAL Merauke
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono saat diwawancarai di Jakarta beberapa waktu lalu. (Metro TV/Sumantri)


Jakarta (Lampost.co) --  TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyampaikan permohonan maaf terkait viralnya video  dengan konten penolakan pasien oleh Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Lantamal XI Merauke. Pihak keluarga pasien menyatakan kecewa atas penanganan RSAL Lantamal XI yang akhirnya menimbulkan korban jiwa. Sebab itu, TNI akan menyelidiki kasus tersebut. 

Kejadian bermula saat RSAL Lantamal XI Merauke kedatangan pasien seorang anak berumur 10 tahun, Adriana Mahuse. Menyadari kondisi RSAL Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XI Merauke yang tidak memiliki dokter spesialis anak, maka petugas RSAL mengarahkan keluarga pasien untuk membawanya ke RSUD Merauke yang memiliki dokter anak dan fasilitas lebih lengkap. Dengan demikian, pasien segera mendapat penanganan yang maksimal. Namun, keputusan ini berbuntut panjang yang menyebabkan keluarga pasien merasa tidak diterima di RSAL dan menjadikannya viral di media massa.

Kepala Rumah Sakit Lantamal XI, Letkol Laut (K) dr. D. Nursito menjelaskan saat diperiksa di mobil kondisi pasien dalam keadaan sadar dan stabil serta memungkinkan untuk di bawa ke RSUD Merauke untuk mendapat penanganan yang maksimal karena berjarak hanya 100 meter dari RSAL. Namun, ditengah perjalanan pasien yang 4 hari sebelumnya pernah ditangani RSUD Merauke karena covid tersebut meninggal dunia.

Wakil Komandan Lantamal XI Merauke Kolonel Laut (P) Hari Widjajanto menyampaikan permohonan maaf kepada  keluarga korban terkait kejadian ini dan  akan mengevaluasi dan melaksanakan pemeriksaan terkait kejadian ini.

”Saya menyelidiki dan menelusuri kejadian ini apakah ada kelalaian dari pihak RSAL Lantamal XI. Apabila ada, saya akan proses sesuai hukum yang berlaku”, tegasnya melalui keterangan tertulis, Sabtu, 26 Februari 2022.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono menegaskan, jika dalam penyelidikan nanti terbukti ada kelalaian dari petugas RSAL, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Hal ini sudah menjadi komitmen dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono bahwa tidak akan ada prajurit yang lolos dari hukum karena hal ini sudah menjadi komitmen dari institusi TNI mulai dari Panglima TNI dan jajaran dibawahnya, prajurit yang salah akan diproses secara hukum.

"Kalau sudah terbukti melanggar, tidak ada seorang pun anggota TNI AL yang bersalah yang lolos dari jerat hukum. Masalah ini perlu ditindaklanjuti," ujar Kadispenal.

Sebelumnya juga telah dilaksanakan mediasi dan klasifikasi antara pihak keluarga korban dan pihak RSAL Lantamal XI dan diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak RSAL Lantamal XI  berjanji akan memproses lebih lanjut apabila ada kesalahan dari petugas RSAL sesuai tuntutan pihak keluarga.

Korban meninggal dimakamkan di TPU Tanah Miring yang dihadiri kepala rumah sakit Lantamal XI, Letkol Laut (K) dr. D. Nursito, Danyon Marinir, dan perwakilan anggota lantamal XI.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar