#ramadan#kesehatan

Tips Puasa Bagi Penderita Maag dan Asam Lambung 

( kata)
Tips Puasa Bagi Penderita Maag dan Asam Lambung 
Ilustrasi. Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bulan Ramadan sering kali menjadi tantangan bagi penderita maag dan asam lambung (gerd). Pasalnya, mereka diharuskan berpuasa sejak fajar hingga azan magrib berkumandang. 

Ahli gizi dr Tutik Ernawati mengatakan para penderita maag dan gerd tak perlu khawatir. Pola makan dan jenis makanan serta waktu istirahat selama puasa bisa diatur agar dapat mengurangi resiko kambuhnya kedua penyakit lambung tersebut.

"Puasa yang berubah itu waktu makannya. Kalau gak puasa tiga kali makan pokok, pagi, siang dan malam diganti dengan makan malam dan sarapan yang dimajukan jadi sebelum subuh, makan siangnya diskip," ujarnya, Kamis, 15 April 2021.

Menurutnya, harus diawali dengan niat puasa agar bisa mendapatkan ketenangan. Selain itu, waktu istirahat lebih cepat dan makan sehat bisa membantu, bahkan bisa menyembuhkan maag. 

"Terlalu lelah itu juga bisa memperparah sakit maag, begadang, telat makan, itu mempengaruhi naiknya asam lambung. Penderita kalau puasa malah sembuh karena ketenangan dan istirahat cukup," kata dia. 

Ahli gizi yang berpraktik di Rumah Sakit A. Dadi Tjokrodipi itu mengingatkan agar penderita maag dan gerd berhati-hati dalam mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan asam lambung. Contohnya makanan yang terlalu asam, terlalu pedas dan saat sahur jangan banyak mengonsumsi makanan dari bahan tepung dan gula.

"Karena akan membuat pengosongan lambung lebih cepat, jadi lebih cepat lapar. Jangan banyak minum yang membuat mudah kencing seperti kopi dan teh, karena kalau cepat kencing bisa membuat cepat hilang cairan dan takutnya dehidrasi sepanjang hari," katanya.

Bagi penderita maag dan gerd disarankan untuk memperbanyak makan sayuran berdaging seperti oyong, terong, labu siam dan wortel yang tinggi serat, tidak gampang membuat kembung tapi mengenyangkan. Lauknya diusahakan dari unsur hewani bukan nabati.

Namun kondisi ini, lanjutnya, memang tak bisa disama ratakan. Bagi penderita maag kronis dengan kondisi lambung cukup parah sebaiknya berpuasa dengan pengawasan dokter. 

"Kondisi lambung seberapa parah, jika harus ditangani oleh dokter maka harus berkonsultasi dengan dokter, baik obat dan terapi lainnya," ujarnya.
 

Winarko







Berita Terkait



Komentar