#perdagangan-fase-satu#internasional

Tiongkok-AS Setujui Kesepakatan Perdagangan Fase Satu

( kata)
Tiongkok-AS Setujui Kesepakatan Perdagangan Fase Satu
Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. FOTO: Brendan Smialowski/AFP

BEIJING (Lampost.co) -- Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) telah menyetujui teks perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menghormati. Langkah positif ini diharapkan memicu kedua belah pihak terus menjalin kerja sama guna menyepakati perjanjian perdagangan secara keseluruhan.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Tiongkok teks ini mencakup sembilan bab yakni kata pengantar, hak kekayaan intelektual, transfer teknologi, makanan dan produk pertanian, layanan keuangan, nilai tukar dan transparansi, ekspansi perdagangan, penilaian bilateral, penyelesaian sengketa, dan ketentuan akhir.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 Desember 2019, kedua belah pihak telah mencapai konsensus bahwa pihak AS akan memenuhi komitmennya untuk menghapuskan tarif tambahan atas produk-produk Tiongkok. Kondisi ini tentu membuat AS memilih untuk memangkas tarif tambahan dibandingkan dengan menaikkannya.

Tiongkok percaya pihaknya dan AS harus berurusan dengan ekonomi bilateral dan hubungan perdagangan dengan gambaran besar dalam pikiran. Mencapai perjanjian akan melayani kepentingan mendasar rakyat kedua negara dan dunia, dan diharapkan membawa pengaruh positif pada bidang-bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan pasar keuangan.

Kesepakatan ini umumnya sejalan dengan arah utama reformasi pendalaman Tiongkok dan keterbukaan serta kebutuhan internal untuk memajukan pembangunan ekonomi berkualitas tinggi. Penerapan perjanjian ini akan membantu meningkatkan perlindungan hak kekayaan intelektual, meningkatkan lingkungan bisnis, dan memperluas akses pasar.

Selain itu, juga melindungi dengan lebih baik hak dan kepentingan sah semua perusahaan termasuk perusahaan asing di Tiongkok, dan melindungi hak serta kepentingan sah perusahaan Tiongkok dalam ekonomi mereka termasuk aktivitas perdagangan dengan Amerika Serikat.

Dengan perluasan pasar domestik Tiongkok, perusahaan Tiongkok akan mengimpor lebih banyak barang dan jasa yang berkualitas tinggi dan kompetitif dari negara-negara termasuk Amerika Serikat di bawah aturan WTO serta aturan pasar dan prinsip-prinsip bisnis. Peningkatan impor ini kondusif untuk mendorong peningkatan konsumsi negara.

Perjanjian tersebut akan membantu kedua negara meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan, mengelola, mengendalikan, dan menyelesaikan perbedaan secara efektif, termasuk mempromosikan pengembangan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral yang stabil.

Ketika ekonomi global menghadapi tekanan ke bawah, kesepakatan perjanjian antara AS-Tiongkok akan meningkatkan kepercayaan pasar global, menstabilkan ekspektasi pasar, dan menciptakan lingkungan yang menguntungkan untuk kegiatan ekonomi, perdagangan dan investasi yang normal.

Setelah penandatanganan, diharapkan kedua belah pihak akan mematuhi dan dengan sungguh-sungguh menerapkan ketentuan-ketentuan perjanjian fase satu, berbuat lebih banyak untuk mempromosikan pengembangan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral serta stabilitas ekonomi dan keuangan global, termasuk menjaga perdamaian dan kemakmuran dunia.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar