$PON#TInju

Tinju Kembali Fokus Wujudkan Emas PON

( kata)
Tinju Kembali Fokus Wujudkan Emas PON
BERLATIH. Petinju yang dipersiapkan ke Pekan Olaharaga Nasional (PON) XX/2021 Papua saat menjalani latihan di bilangan Segalamider, Bandar Lampung, Kamis, 24 Juni 2021. Tinju fokus untuk bisa mewujudkan satu emas. DOK HUMAS KONI LAMPUNG


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Lampung kini bisa lebih berkonsentrasi mempersiapkan tiga petinju yang akan terjun di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Hal itu setelah salah satunya petinjunya Rusdianto Suku yang dipanggil mengikuti seleksi Pelatnas SEA Games gagal setelah di final kalah dari petinju Jawa Barat.

Ketua Umum KONI Lampung M Yusuf S Barusman saat mengunjungi latihan tinju di bilangan Segalamider, Bandar Lampung, Kamis, 24 Juni 2021, mengatakan harus mengambil hikmah dari kegagalan Anto, sapaan akrab Rusdianto, ke SEA Games Vietnam.

“Target petinju Lampung adalah PON sehingga kegagalan itu harus disikapi untuk lebih berkonsentrasi untuk meraih hasil terbaik di Papua nanti. Kini tinggal bagaimana pelatih mempersiapkan dan menaikkan kepercayaan di atlet dalam program latihan sesuai dengan schedule 100 hari menjelang pertandingan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Lampost.co, Sabtu, 26 Juni 2021.

Untuk itu, kini semua pikiran dan tenaga harus fokus ke PON Papua. “Sejumlah atlet dari beberapa cabang olahraga juga sempat mengikuti pelatnas dan ada yang lolos.  Semuanya ambil hikmahnya. Selama berlatih di Jakarta mungkin banyak yang para atlet dapatkan. Sekarang tinggal terus menjaga mental dan meningkatkan fisik sampai pertandingan yang sesungguh,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Pertina Lampung, Asvi Maphilindo Volta, mengatakan target tinju pada PON Papua adalah satu emas. “Target kami tetap satu emas. Namun melihat kemarin uji coba di Jakarta dan Banten, ada peluang untuk melebihi target,” katanya.

Dia optimistis dua petinju putri Nanda dan Nabila akan menjadi kuda hitam. “Posisi sebagai kuda hitam cukup menguntungkan dari segi perhatian lawan karena tidak diunggulkan. Anak-anak sudah saya ajak bicara empat mata dan semua optimistis masuk zona medali. Tidak ada yang tidak mungkin, jika kita mau berusaha dan mempersiapkannya,” ujar notaris itu.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar