#diksar#tajuk

Tinjau Ulang SOP Diksar

( kata)
Tinjau Ulang SOP Diksar
Dok Lampost.co

PENDIDIKAN dasar (diksar) menjadi suatu prosesi yang wajib dijalani calon anggota baru suatu organisasi pencinta alam. Tujuannya tidak hanya menyiapkan keterampilan dalam berkegiatan di alam, tapi juga tonggak awal pengembangannya mental dan insting mereka.

Namun, sayangnya kegiatan yang semestinya menjadi pembekalan bagi anggota baru ini justru berbelok arah menjadi ajang kekerasan. Akibatnya tidak sedikit kegiatan diksar justru berujung maut. Seperti yang terjadi di Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam Cakrawala FISIP Universitas Lampung yang merenggut nyawa Aga Trias Tahta, mahasiswa jurusan Sosiologi angkatan 2019, Minggu (29/9).

Selasa (22/10), diksar berujung maut juga menimpa Sari Nurul Hidayah (18), mahasiswi IAIN Bengkulu dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) semester pertama. Sari dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti diksar Gerakan Pencinta Alam (Gempa) IAIN Bengkulu di Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Hampir sebulan sejak peristiwa nahas yang menimpa Aga Trias Tahta, kasus diksar maut ini sudah masuk proses hukum. Sebanyak 17 tersangka yang merupakan mahasiswa panitia diksar UKM Cakrawala pun ditahan. Enam belas mahasiswa dijerat Pasal 170 atau Pasal 351 dan satunya lagi dikenakan Pasal 359 atau Pasal 360 KUHP.

Tidak hanya sanksi hukum, ke-17 mahasiswa itu bahkan mendapat sanksi akademik, diberhentikan sementara dari aktivitas perkuliahan semester ganjil 2019/2020, sampai ada keputusan inkrah. Sanksi itu diberikan untuk melindungi hak akademik mahasiswa. Sanksi juga diberikan pada UKM Cakrawala berupa pembekuan organisasi.

Kegiatan diksar yang dilakukan pencinta alam merupakan salah satu kegiatan berisiko tinggi. Meski bertujuan positif sebagai wadah menyalurkan minat mahasiswa berkegiatan di alam, sudah semestinya pihak kampus melakukan pengawasan ekstra dan evaluasi terhadap unit-unit kegiatan mahasiswa seperti ini agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa. Harus ada pula antisipasi untuk menekan risiko kehilangan nyawa. Peninjauan ulang standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan diksar UKM pencinta alam mutlak dilakukan.

Diksar yang diadakan organisasi pencinta alam pada umumnya memiliki dua jenis SOP. Pertama, SOP pemakaian alat yang menjelaskan kelengkapan alat dan tata cara penggunaannya. SOP kedua menjelaskan tentang aturan kegiatan yang dilakukan oleh peserta dan panitia selama diksar. SOP itulah harus dijadikan acuan dalam aktivitas pencinta alam. Bukan mengedepankan kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain.

Dalam pelaksanaan diksar harus selalu mempertimbangkan akal sehat dan tidak menuruti hawa nafsu. Bukan hanya bagi peserta, melainkan juga panitia.

Kita tidak ingin karena kesalahan yang dilakukan satu organisasi menyebabkan kerugian bagi organisasi lainnya. Bagaimanapun organisasi pencinta alam tetap diperlukan untuk mewadahi orang-orang yang peduli terhadap lingkungan. Terlebih kepedulian masyarakat terhadap lingkungan saat ini terus turun. Perusakan lingkungan terjadi di mana-mana. Semestinya organisasi pencinta alam lah menjadi ujung tombak pelestarian lingkungan demi masa depan anak cucu kelak. ***

Tim Redaksi Lampung Post



Berita Terkait



Komentar