#seranganhama#lahankopi#kopilambar#perkebunan

Tingkat Serangan Hama Penggerek Buah Kopi di Lambar Capai 2,5%

( kata)
Tingkat Serangan Hama Penggerek Buah Kopi di Lambar Capai 2,5%
Petugas dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar mengamati serangan hama penggerek buah kopi di Lambar. Lampost.co/Eliyah

Liwa (Lampost.co): Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat bersama tim dari UPT Provinsi Lampung menyatakan tingkat serangan hama penggerek buah kopi di Lambar mencapai 2,5%.

 

Hal itu diketahui berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim pada tanaman kopi petani di lahan seluas 1 hektare di Kecamatan Sekincau pada Senin, 3 Februari 2020.

Kabid Perkebunan Disbunnak Lambar Sumarlin mendampingi Kadisbunnak Lambar Agustanto Basmar mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan tim yang disampaikan kepada itu maka dapat dipastikan bahwa tingkat serangan hama penggerek buah kopi itu dipastikan masih berada pada ambang batas toleransi (ringan).

Selain serangan hama penggerek buah, juga terjadi serangan penyakit yang mengakibatkan buah kopi rontok. Namun tingkat kerontokan buah kopi itu juga masih rendah yaitu mencapai 0,1%.

"Gugurnya buah kopi itu adalah akibat curah hujan yang terlalu tinggi sehingga kondisi kebun terlalu lembab dengan dompolan buah terlalu rapat sehingga buah runtuh karena tanaman mengalami kekurangan unsur kalium," kata dia, Selasa, 4 Februari 2020.

Sebagai langkahnya, kata dia, petugas telah melakukan penyemprotan secara massal yang dilaksanakan langsung oleh regu pengendali OPT pada tanaman seluas 1 Ha itu. Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan cendawan beauveria bassiana.

Sumarlin menambahkan jika dilihat dari angka serangan hama penggerek buah yang berkisar 2,5% itu maka serangan tahun ini masih lebih rendah jika dibanding dengan serangan hama pada tahun lalu yang mencapai 5-8%.

"Dengan dilakukannya upaya pengendalian hama ini, lanjut dia, perkiraan kopi akan kehilangan produksi hingga 3-5% itu diharapkan tidak akan terjadi," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar