#bbm#pertamina#ppkmdarurat

Tingkat Konsumsi BBM di Lampung Turun 19% Selama PPKM

( kata)
Tingkat Konsumsi BBM di Lampung Turun 19% Selama PPKM
Pengendara sedang melakukan pengisian bahan bakar minyak di salah satu SPBU Kota Bandar Lampung. Lampost.co/Kisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tingkat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Lampung selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merosot hingga 19%. Penurunan itu terjadi di BBM jenis premium, pertalite, pertamax, dan turbo (Gasoline). 

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan menjelaskan, ketersediaan stok dan penyaluran BBM di Provinsi Lampung dalam kondisi aman. Di masa pandemi covid-19 dan PPKM berlangsung, penyaluran BBM berjalan normal dan lancar seperti biasanya. Untuk produk subsidi disesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah.

"Untuk kondisi stok BBM di Lampung selama PPKM aman," katanya kepada Lampost.co, Kamis, 22 Juli 2021.

Baca: Program Diskon Pertalite Dilanjutkan

 

Umar menyebut penyaluran harian Gasoline di Provinsi Lampung selama PPKM (3 - 20 Juli 2021) sebesar 1.891 KL atau turun sebesar 19% dari penyaluran harian Juni 2021. Sementara, penyaluran harian Gasoil, mencakup Biosolar, Dex, Dexlite sebesar 1.660 KL, turun sebesar 9% dari penyaluran harian bulan sebelumnya.

"Untuk Gasonline turun 19% dari penyaluran harian Juni," katanya.

Ia juga menjelaskan, setelah sukses melaksanakan Program Langit Biru (PLB) tahap 1 di Provinsi Lampung dan Provinsi Bangka Belitung, pihaknya melanjutkan PLB ke tahap 2, yaitu dengan memberikan promo hemat Pertalite Khusus PLB sebesar Rp1.000 per liter yang akan dimulai pada 4 Juli 2021 dan akan berlangsung hingga 7 Agustus 2021.

"Program ini dinilai telah berhasil mengedukasi masyarakat pengguna premium untuk beralih menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan seperti pertalite dan bahkan pertamax. Pada periode Juni konsumsi harian BBM pertalite sebesar 126% sekitar 100 KL per hari. Sementara, untuk BBM pertamax meningkat sebesar 38% yaitu 88 KL per hari," katanya.

Di Provinsi Lampung, pada tahap 2 ini jumlah SPBU yang mengikuti PLB masih sama dengan PLB tahap 1, yaitu 27 SPBU di Kota Bandar Lampung, antara lain SPBU 2335101, SPBU 2335124, SPBU 2335127, SPBU 2435131, SPBU 2435133, SPBU 2435134, SPBU 2435135, SPBU 2435136, SPBU 2435137, SPBU 2435238, SPBU 2435239, SPBU 2435240, SPBU 2435242, SPBU 2435244, SPBU 2435246, SPBU 2435353, SPBU 2435174, SPBU 2435177, SPBU 2435193, SPBU 24351102, SPBU 24351112, SPBU 24351113, SPBU 24351125, SPBU 24351126, SPBU 24352127, SPBU 24351137, dan SPBU 24351140.

Pada tahap 2 ini, Pertamina masih memberikan harga khusus pertalite (PLB) yaitu dihargai sebesar Rp6.850 dari harga normal. Seperti PLB tahap 1, sasaran PLB tahap 2 inipun masih sama yakni diperuntukan bagi kendaraan roda dua, roda tiga, ambulans pelat merah, taksi dan angkot pelat kuning. Manfaat penggunaan BBM dengan oktan yang tinggi ini juga akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang, terutama bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar