#tol#jttslampung

Tingkat Kepuasan Layanan Jalan Tol Capai 92,6%

( kata)
Tingkat Kepuasan Layanan Jalan Tol Capai 92,6%
Petugas Jalan Tol Trans Sumatera saat menderek mobil yang bermasalah di jalan tol. Dok HK


Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT Hutama Karya (Persero) sebagai salah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Indonesia mengaku terus melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalisasi pelayanan di jalan tol.

Hutama Karya mengoperasikan jalan tol sepanjang 554 km Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), serta Jalan Tol Akses Tanjung Priok dan JORR Seksi S di Pulau Jawa.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro menyebut hasil survei kepuasan pelanggan tahun 2020 yang dilakukan oleh PT Sucofindo menunjukkan capaian Customer Satisfaction Index (CSI) jalan tol yang dikelolanya kembali mengalami peningkatan. 

Ia berharap hasil survey tahun ini juga menunjukkan tren meningkat karena banyaknya upaya dan inovasi yang dilakukan, terutama terkait penanganan covid-19

“Setelah dilakukan survei oleh Sucofindo, CSI jalan tol Hutama Karya periode tahun 2020 mencapai 92,6% atau setara dengan 4,64 (Skala 1-5), setelah sebelumnya pada 2019 CSI kami sebesar 89,6% atau setara dengan 4,48," kata Koentjoro, Rabu, 25 Agustus 2021.

Baca: Jalan Tol Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lampung

 

Dari sisi keamanan dan keselamatan, pihaknya melakukan sosialisasi keselamatan berkendara di jalan tol melalui kampanye bertajuk Selamat Sampai Tujuan (SETUJU) yang diluncurkan sejak 24 Desember 2019 lalu. Kampanye tersebut secara berkelanjutan masih dilakukan di setiap ruas tol, baik melalui media sosial maupun media luar ruang seperti flyer, spanduk, baliho, dan VMS.

Dia jga mengeklaim bahwa Hutama Karya telah melakukan inovasi untuk memberikan solusi atas permasalahan yang ditemukan di lapangan, salah satunya yakni dengan berinovasi mencetuskan operasi microsleep/mengantuk perdana di Indonesia. Operasi ini pertama kali dilaksanakan di JTTS Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung menjelang akhir 2020 dengan menggandeng pihak Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Lampung.

Dalam operasi mengantuk ini, kendaraan yang melintas dialihkan ke rest area dilakukan pengecekan kondisi fisik pengemudi dan dilakukan survei singkat untuk mengetahui kondisi fisik dan kesehatan pengendara. Pengemudi yang mengantuk atau kondisi kurang fit akan diminta untuk beristirahat di rest area sekitar 1-2 jam dan diberikan makanan ringan serta kopi agar pengemudi tetap terjaga.

Sambil beristirahat, dilakukan juga pengecekan kondisi kendaraan pengemudi oleh petugas seperti memastikan kondisi ban dalam keadaan baik dan lampu belakang kendaraan menyala dengan baik.

"Operasi microsleep terbukti menurunkan jumlah kecelakaan yang terjadi hingga lebih dari 50%, khususnya yang diakibatkan human error," katanya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar