Kriminallamtim

Tindakan Kriminal Sepanjang 2020 di Lamtim Capai 599 Kasus

( kata)
Tindakan Kriminal Sepanjang 2020 di Lamtim Capai 599 Kasus
Rilis akhir tahun Polres Lamtim, Selasa, 29 Desember 2020. Lampost.co/Djoni


Sukadana (Lampost.co) - Jajaran Polres Lampung Timur pada 2020 menyelesaikan 379 kasus dari 599 tindak kriminalitas yang terjadi sepanjang 2020. Penindakan kasus itu meningkat 43% dibandingkan pada 2019.

Kapolres Lamtim AKBP, Wawan Setiawan, merinci 599 kasus tindak kriminal pada 2020 terdiri dari, tindak pidana pencurian sebanyak 303 kasus dan diselesaikan 224 kasus. Sebanyak 392 orang tersangka turut diamankan.

"Kemudian kasus penyalahgunaan narkoba pada 2020 sebanyak 134 kasus dengan 181 tersangka," kata Wawan dalam rilis akhir tahun, Selasa, 29 Desember 2020.

Kemudian, tindak pidana korupsi tercatat 3 kasus dan tindak pidana tertentu 7 kasus dan diselesaikan 5 kasus.

Dari berbagai tindak pidana tersebut, pihaknya menyita barang bukti berupa 4 pucuk senjata api rakitan, 16 unit sepeda motor, 66 dus minuman keras, sabu-sabu 501,81 gram, ganja (0,80 gr), tembakau sintetis (36,29 gr), senjata tajam (4), amunisi (4), dan lain-lain.

Sementara dari sisi Satuan Lalu Lintas, terdapat 174 kecelakaan lalu lintas. Kejadian itu mengakibatkan 73 korban meninggal dunia, 32 luka berat dan 187 luka ringan. Dari kecelakaan itu juga memiliki kerugian materiil mencapai Rp503,4 juta. 

Dia menegaskan, untuk menekan tindak kriminalitas dan kecelakaan di Lamtim, pihaknya melaksanakan operasi mandiri kewilayahan, pembentukan zona bebas narkoba, anjau silau, rembuk pekon, peran fungsi intelijen Polsek, Polres dan Polda.

Kemudian penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku kejahatan, program satu desa satu Bhabinkamtibmas, mengoptimalkan kring Serse tingkat Polda hingga Polsek, kegiatan Kepolisian ditingkatkan yang difokuskan ke kasus C3 serta penyalahgunaan senjata api dan kejahatan jalanan, dan lain-lain.

Dia berharap, pada 2021 masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman dan gangguan Kamtibmas. Masyarakat bisa melapor ke petugas jika ada orang yang mencurigakan atau melihat suatu kejadian, bersedia menjadi saksi terhadap tindak kejahatan yang dilihat, tidak mudah terprovokasi atas hasutan dari pihak tertentu.

"Polri akan terus berupaya maksimal melaksanakan tugas pokoknya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakkan hukum, serta dengan obyektif dan konsekuen melakukan tindakan tegas kepada oknum–oknum Polri yang terbukti melakukan penyimpangan.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar