#koperasi#timverifikasi#lamtim#beritalampung

Tim Verifikasi Pembubaran Koperasi Diminta Bekerja Maksimal

( kata)
Tim Verifikasi Pembubaran Koperasi Diminta Bekerja Maksimal
Kadis Koperasi Ukm dan Tenaga Kerja Kabupaten Lamtim, Budiyul Hartono. (Foto:Lampost/Djoni Hartawan Jaya)


SUKADANA (Lampost.co)--Tim Verifikasi dan validasi pembubaran koperasi diminta bekerja secara cermat, teliti dan maksimal. Hal itu dilakukan agar data koperasi yang dibubarkan benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Koperasi  UKM Dan Tenaga Kerja  Kabupaten Lampung Timur bentuk Tim Verifikasi dan Validasi Pembubaran Koperasi.  

Tim tersebut dibentuk  untuk meneliti  dan memeriksa kembali  berapa sebenarnya jumlah koperasi  yang memang benar-benar layak dibubarkan, menyusul  terbitnya SK Menteri Koperasi   dan UKM No.65/KEP/M.KUKM.2/VII/2017, tentang Pembubaran Koperasi. Kemudian dalam SK itu disebutkan bahwa jumlah total koperasi yang dibubarkan di Lamtim adalah 203 karena 18 unit koperasi dinyatakan dobel berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh tim sebelumnya.

Namun menyusul SK Menkop tersebut, kemudian terbit sinkronisasi data  pembubaran koperasi Provinsi Lampung per tanggal 8 Oktober 2018. Dimana dalam sinkronisasi data tersebut masih terdapat kerancuan data, sebab meski disebutkan bahwa usulan daerah koperasi yang dibubarkan adalah 200 unit, namun jumlah data koperasi yang dobel dinilai tidak sesuai dimana 7 koperasi dinyatakan dobel dan 4 koperasi lagi merupakan tambahan dari data yang dobel tersebut.

Karena persoalan tersebut kata Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja, Kabupaten Lampung Timur, Budiyul Hartono, kepada lampost.co, Senin (12/11/2018), pihaknya kembali membentuk Tim Verifikasi dan Validasi Pembubaran Koperasi. 

Tim tersebut dibentuk dan ditugaskan  untuk meneliti  dan memeriksa kembali secara detail ,  berapa sebenarnya jumlah koperasi  yang memang benar-benar layak dibubarkan. “Tim tersebut sudah kami bentuk beberapa waktu lalu dan saat ini sedang bersiap-siap untuk turun ke lapangan, ke kecamatan hingga desa, guna melakukan verifikasi dan validasi ulang jumlah koperasi yang dibubarkan,” kata Budiyul.

Djoni Hartawan Jaya







Berita Terkait



Komentar