#tubaba#pasiencovid-19

Tim Kantor Staf Presiden Siap Bantu Tubaba Uji Klinis UNTT

( kata)
Tim Kantor Staf Presiden Siap Bantu Tubaba Uji Klinis UNTT
Bupati Tubaba Umar Ahmad didampingi Dandim 0412 Lampung Utara/Tubaba, Letkol Inf Harry Prabowo, Kapolres Tuba Barat AKBP Sunhot. P. Silalahi, dan Kadis Kesehatan Majril, menerima kunjungan tim kantor staf presiden RI. Merwan


Panaragan (Lampost.co) -- Tim kantor Staf Presiden RI siap membantu pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) untuk melakukan uji klinis alat Uluan Nughik Thermal Therapy (UNTT) untuk pasien Covid-19. Sebelumnya, alat itu digagas Bupati Tubaba Umar Ahmad ke Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Tenaga ahli utama, Kedeputian bidang pembangunan manusia, kantor staf Presiden RI, Abraham Wirotomo mengatakan sangat menghargai semua inisiatif yang dikembangkan daerah untuk menangani pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda Indonesia.

 "Inovasi Umar Ahmad membuat Thermal Therapy ini sangat positif. Apalagi, alat ini sudah dilakukan uji coba terhadap 100 pasien Covid-19 dan kemanfaat alat ini diakui para pasien yang menggunakannya. Artinya, perlu langkah lanjutan untuk dikaji kemanfaatan terhadap alat ini sesuai dengan standar kesehatan," kata dia saat melakukan monitong penangganan Covid-19 di Tubaba, Rabu, 26 Agustus 2021.

Terkait dengan pengujian alat tersebut, kata dia, kantor staf presiden akan membantu pemkab untuk menurun tim dari Litbakes, Kemenkes dan pihak-pihak terkait agar alat tersebut benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya untuk penanganan Covid-19.

"Sekarang ini semua kepala daerah dan forkopimda dituntut untuk bergerak melakukan upaya nyata untuk menurunkan angka Covid-19. Alhamdulillah Tubaba saat ini benar-benar telah melakukan langkah nyata dan Tubaba saat ini sudah keluar dari zona merah," kata dia

Bahkan, lanjutnya, terkait dengan keluhan  pemkab  terhadap lambatnya hasil tes swab PCR juga menjadi catatan.

"Tadi pak kadis Kesehatan juga menyampaikan keluhan hasil PCR pasien Covid-19 memakan waktu 3-5 hari. Ini karena di Tubaba belum ada alat PCR dan masih menginduk di labda di provisi lampung. Kami akan berupaya untuk membantu tubaba terkait masalah ini," kata dia

Bupati Tubaba Umar Ahmad megatakan kedatangan tim kantor staf presiden RI tersebut menindaklanjuti hasil peninjauan yang dilakukan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, pekan lalu, terhadap penggunaan alat thermal therapy yang dibuat pemkab Tubaba untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19.

Bupati mengatakan alat thermal therapy tersebut merupakan alat yang ditawarkan salah seorang alumni IPB dan hanya dimanfaatkan di Tubaba. Sebab, sejumlah kepala daerah di pulau jawa tidak merespon saat ditawarkan alat tersebut.

"Hanya bermodalkan keyakinan karena saat itu pasien Covid-19 terus melonjak, maka saya langsung meminta dikirimkan alat tersebut. Pada waktu itu saya memesan 10 unit, tapi mereka hanya bisa menyanggupi 2 unit," kata dia

Alat thermal therapy tersebut, kata dia sudah digunakan 100 pasien Covid-19. Hampir semua pasien yang menggunakan alat ini mengakui kemanfaatan dari alat tersebut setelah dilakukan trerapy selama 3-6 jam.

"Rata-rata pasien yang menggunakan alat ini mengakui kemanfaatnya dengan hasil negatif, meskipun ada yang tidak langsung negatif tetapi mengakui ada perubahan terhadap kondisi kesehatannya menjadi lebih baik," ujar bupati.

Dia berharap inovasi tersebut dapat ditindaklanjuti pemerintah pusat agar alat tersebut kemanfaatnya untuk pasien Covid-19 benar-benar bida berguna secara luar untuk masyarakat.

"Sampai saat ini semua yang menggunakan alat ini hanya mennyampaikan ucapan terimakasih. Artinya, semua yang kami lakukan ini benar-benar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar