#pencurian

Tim Gabungan Gulung Sindikat Pencuri Fiber Optik PT Telkom

( kata)
Tim Gabungan Gulung Sindikat Pencuri Fiber Optik PT Telkom
Para pelaku sindikat pencurian fiber optik saat diminta keterangan di Mapolresta Bandar Lampung. Istimewa

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim gabungan Polsek Tanjungkarang Timur, Polsek Kedaton, dan Polresta Bandar Lampung, meringkus 13 orang sindikat pencurian fiber optik milik PT Telkom Tbk di sepanjang Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung, Jumat dini hari, 14 Februari 2020, pukul 02.00 WIB. Para pelaku diringkus saat membongkar fiber optik di lokasi depan restoran siap saji.

Tim gabungan yang dipimpin Kapolsek Kedaton Kompol M Daud. Kemudian membawa para pelaku ke Mapolresta Bandar Lampung, berikut barang bukti. Barang bukti yang diamankan berupa satu unit truk BE-9697-YC, alat-alat yang digunakan membongkar jaringan fiber optik berupa 5 linggis, 3 palu besar, 2 kampak, tali berukuran panjang serta rompi dan helm yang biasa digunakan pekerja proyek pembangunan.

Kapolsek Kedaton Kompol M Daud menjelaskan penangkapan sindikat pelaku pencurian fiber optik milik PT Telkom Tbk ini, bermula saat sebelumnya menerima laporan dari PT Telkom yang mengaku kehilangan fiber optik di lima lokasi di sepanjang Jalan ZA Pagar Alam.

"Mereka kami tangkap saat sedang membobol fiber optik di bawah tanah dengan cara membongkar penutup jaringan fiber optik yang terpasang di pinggir jalan," ujarnya.

Daud menuturkan modus yang digunakan para pelaku yakni dengan menggunakan atribut seragam yang menyerupai petugas PT Telkom. Bahkan untuk mengelabui petugas dan warga sekitar, para pelaku memasang tanda rambu-rambu jalan yang bertuliskan sedang ada proyek pekerjaan jaringan PT Telkom.

"Mereka kerap beraksi menggunakan atribut yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Bahkan, saat kami berkoordinasi dengan PT Telkom, bahwa pekerja itu tidak ada perintah atau disinyalir ilegal," ujarnya.

Dia menambahkan dari pemeriksaan awal terhadap para pelaku, sedikitnya terdapat lima lokasi aksi kejahatan yang dilakukan sindikat pencurian fiber optik tersebut. "Kami akan terus mendalami karena kemungkinan terdapat lokasi lainnya," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar