#korupsi#pengadilan#kades

Tilap Gaji RT hingga Marbot, Kades Sukabanjar Dituntut 28 Bulan Penjara

( kata)
Tilap Gaji RT hingga Marbot, Kades Sukabanjar Dituntut 28 Bulan Penjara
Ilustrasi Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mantan Kepala Desa Sukabanjar, Gedongtataan, Pesawaran, Dariyanto (58), dituntut 28 bulan penjara pada sidang di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 15 Desember 2021.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sherly Octarina mengatakan, Dariyanto terbukti bersalah melanggar pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang- undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Dariyanto dua tahun dan empat bulan serta denda sebesar Rp50 juta, apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan," ujar JPU saat membacakan tuntutan, 15 Desember 2021 di PN Tipikor Tanjungkarang.

Dariyanto juga dituntut membayar uang pengganti Rp487,4 juta. Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lambat sebulan putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti.

"Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka terdakwa dipidana dengan pidana penjara selama satu tahun dan 2 dua bulan," katanya.

Diketahui Desa Sukabanjar memiliki APBDes tahun 2020 sebesar Rp1,315 miliar. Namun anggaran desa banyak dicatut oleh terdakwa, seperti intensif pembayaran gaji kepala dusun, gaji RT, honor kader pembangunan manusia, linmas desa, gaji petugas pembantu, marbot, pengurus makam, hingga pemotongan biaya transportasi relawan covid-19.

Selain itu ia juga menilap uang rehab kantor dusun, rabat beton jalan hingga agaran penanggulangan bencana. Total uang yang ia tilap mencapai Rp487 juta.

Sedangkan uangnya dipakai untuk berfoya-foya seperti karaoke, dan kepentingan pribadi.

Winarko






Berita Terkait



Komentar