#hama#padi#petanilamsel#beritalampung

Tikus dan Lembing Batu Serang Padi di Lamsel

( kata)
Tikus dan Lembing Batu Serang Padi di Lamsel
Petani terpaksa memotong tanaman padi yang terserang hama, untuk di jual ke peternak. Lampost.co/Perdhana Wibysono

KALIANDA (Lampost.co) - - Belasan hektare tanaman padi di Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, terserang hama tikus dan lembing batu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, kedua hama tersebut menyerang sejak sepekan usia tanaman. Para petani setempat sangat kewalahan menghadapi serangan kedua hama tersebut.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk membasmi hama yang menyerang batang tanaman padi, tapi belum berhasil maksimal. Untuk menghindari kerugian, para petani setempat terpaksa menjual batang padi yang masih berusia bekisar 1-2 bulan itu untuk pakan ternak.

"Tanamam padi yang rusak terpaksa kami babat untuk dijual ke peternak," kata Pandi (51) kepada lampost.co, Senin (5/8/2019).

Dijelaskannya, jika tanaman padi yang rusak tetap dipertahankan, maka para petani semakin merugi. Tanaman padi akan tetap mati dan tidak ada nilai jualnya.

"Sudah tidak bisa dipertahankan, tanaman pasti mati," kata dia.

Pada musim gaduh tahun ini, meski kemarau panjang, petani setempat masih tetap menanam padi, karena sudah menggunakan sumur bor untuk pengairan sawah.

"Disini semua pakai sumur bor dengan daya tampung satu sumur untuk satu hektare," ujar Ujang (43) petani lainnya.

Di Desa setempat, seluas lahan sawah 50 hektare ditanami padi di musim gaduh tahun ini. Sedangkan luas tanaman padi yang terserang hama sekitar belasan hektare.

"Tidak tahu jumlah pastinya, tapi sekitar belasan hektare yang terserang tikus dan lembing batu," ujarnya.

Perdhana Wibysono



Berita Terkait



Komentar