#tiktok#google#apple

TikTok Jadi Aplikasi Berpenghasilan Tertinggi

( kata)
<i>TikTok</i> Jadi Aplikasi Berpenghasilan Tertinggi
Aplikasi TikTok. Unsplash/Solen Feyissa


Jakarta (Lampost.co) -- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadikan instalasi aplikasi meningkat. Namun kini, instalasi aplikasi di Google maupun Apple cenderung menurun seiring semakin banyaknya masyarakat yang telah menerima vaksin sehingga pemerintah berbagai negara melonggarkan regulasi pembatasan tersebut.

Instalasi aplikasi di platform Google dan Apple mengalami penurunan sekitar 1,2% dan 2,1% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 
Meskipun demikian, pendapatan aplikasi justru mengalami peningkatan. Pengguna smartphone menghabiskan sekitar USD33,6 miliar (Rp479,5 triliun) di Google Play Store dan Apple App Store selama kuartal yang berlangsung dari bulan Juli hingga September lalu di aplikasi, pembelian dalam aplikasi atau in-app purchase dan berlangganan.

Angka tersebut mengindikasikan peningkatan sebesar 15,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan biaya sebesar USD29,2 miliar (Rp416,7 triliun). Peningkatan ini mengalami perlambatan, sebab pada 2020, terjadi peningkatan sebesar 32% terkait pengeluaran untuk kuartal yang sama.

Baca: Pemerintah Harus Tegur TikTok soal Konten Tak Sehat dan Berbahaya


 
Apple Store masih menjadi platform yang mengantongi pendapatan tertinggi, sebesar USD21,5 miliar (Rp306,8 triliun), meningkat sekitar 13,2% jika dibandingkan dengan tahun lalu. Namun platform Google mengejar dengan pendapatan sebesar USD12,1 miliar (Rp172,7 triliun), atau meningkat sekitar 18,6%.
 
Data dari SensorTower menampilkan bahwa TikTok menjadi aplikasi dengan pendapatan tertinggi secara global di kedua toko aplikasi pada Q3. TikTok baru-baru ini menorehkan prestasi instalasi total sebanyak tiga miliar instalasi.
 
Prestasi ini menjadikannya sebagai aplikasi non-Facebook pertama yang mampu meraih pencapaian tersebut. TikTok menduduki peringkat pertama di daftar aplikasi terpopuler App Store, namun tidak pada Google Play Store.
 
Di toko aplikasi tersebut, aplikasi Google One menduduki peringkat pertama berkat kemampuan berlangganan untuk layanan penyimpanan cloud. Piccoma menanjak dan menempati peringkat kedua di daftar aplikasi terpopuler secara keseluruhan, dengan pertumbuhan sebesar 130%.
 
Sementara itu, nama YouTube dan Disney+ juga tersemat pada daftar lima aplikasi terpopuler di toko aplikasi Google tersebut. Ranah gaming mobile juga memanas, dengan pengeluaran pengguna 7,7% lebih besar jika dibandingkan Q3 tahun 2020 lalu, mencapai USD22,4 miliar (Rp319,7 triliun).
 
Sebagian besar pengeluaran ini dihabiskan di Google Play Store, sebesar USD13,1 miliar (Rp186,9 triliun), diikuti dengan iOS sebesar USD9,3 miliar (Rp132,7 triliun). Sementara itu pada kuartal sebelumnya, game mobile terpopuler adalah PUBG Mobile, dengan pendapatan mencapai lebih dari USD5 miliar (Rp71,3 triliun).

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar