#persidangan#korupsi#beritapesawaran

Tiga Terdakwa Korupsi RSUD Pesawaran Jalani Sidang Dakwaan

( kata)
Tiga Terdakwa Korupsi RSUD Pesawaran Jalani Sidang Dakwaan
Terdakwa Raden Intan (RI) pejabat pembuat komitmen merangkap PNS Dinas Kesehatan Pesawaran saat menjalani sidang dakwaan. Lampost.co/Ahmad Amri

Bandar Lampung (Lampost.co): Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan lantai II dan lantai III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang Kelas 1A, Bandar Lampung, Kamis, 27 Febuari 2020.

Sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Syamsudin, hakim anggota Surisno dan Abdul Gani, dengan menghadirkan tiga terdakwa yaitu Raden Intan (RI) pejabat pembuat komitmen merangkap PNS Dinas Kesehatan Pesawaran, Taufiqurrahman (TQ) selaku kontraktor, dan Juli (JL) selaku konsultan proyek pembangunan lantai II dan III RSUD Pesawaran.

Dalam dakwaannya, Juli didakwa dengan pasal primair sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan subsider sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian terdakwa Raden Intan didakwa pasal sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dan terdakwa Taufiqurrahman didakwa Pasal sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Surat dakwaan ketiga terdakwa dibacakan secara terpisah oleh jaksa dan tiga terdakwa didampingi oleh masing-masing kuasa hukumnya dan setelah mendengarkan dakwaan dua orang tidak mengajukan eksepsi sementara terdakwa bernama Taufiqurrahman melalui kuasa hukumnya mengajukan ekpsepsi.
kuasa hukum, terdakwa Juli, Irwan Aprianto menanggapi dakwaan jaksa, tidak mengajukan eksepsi,  menunggu keterangan dari para saksi dan fakta dalam persidangan.

"Kita memang tidak mengajukan eksepsi, nanti kita lihat dari keterangan para saksi dan fakta dalam persidangan untuk mengajukan pembelaan atau pledoi nantinya," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum Taufiqurrahman, Ujang Tommy, setelah mendengarkan dakwaan dan tidak terima sehingga mengajukan eksepsi.

"Alasan kita mengajukan eksespi karen dalam dakwaan tidak jelas, tidak cermat, dan penerapan pasal kadaluarsa," ujarnya.

Dari hasil audit BPK menyebutkan kerugian negara dalam proyek pembangunan lantai II dan lantai III RSUD Pesawaran merugikan negara mencapai Rp4,8 miliar, anggaran tahun 2018 senilai Rp33 miliar.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar