#beritalampung#beritalamteng#komunitas

Tiga Tahun Komunitas Jumat Berkah Gelar Tasyakuran dan Bakti Sosial

( kata)
Tiga Tahun Komunitas Jumat Berkah Gelar Tasyakuran dan Bakti Sosial
Sebanyak 16 peserta khitanan massal dapat bingkisan dari panitia Jumat Berkah. Lampost.co/Widodo


Gunungsugih (Lampost.co): Dalam rangka menyongsong bulan Muharram 1444 H, komunitas Jumat Berkah, Kampung Sendangbaru, Kecamatan Sendangagung, menggelar tasyakuran dan bakti sosial, Kamis, 28 Juli 2022.

Kegiatan dengan tema "Menjaga keseimbangan dengan bersedekah" itu dihadiri dari perwakilan Kecamatan Sendangagung diwakili Kasi Pelayanan Sarman, Kepala Kampung Sendangbaru Muhammad Basyaruddin dan para tokoh masyarakat setempat.

Dalam acara tasyakuran tiga tahun Jumat Berkah juga digelar bakti sosial berupa khitanan massal yang di ikuti 16 anak, pembagian sembako sebanyak 30 paket, dan lomba menabuh bedug untuk anak TPA.

Ketua Jumat Berkah Kampung Sendangbaru Muryanto mengatakan komunitas Jumat Berkah sudah berjalan tiga tahun sejak berdiri 2 Agustus 2020.

Ia menjelaskan selama tiga tahun pengelola Jumat Berkah sudah menyalurkan 2.280 paket sembako dengan nilai sebesar Rp217 juta.

Menurut Muryanto, kegiatan Jumat Berkah diambil dari masyatakat/donatur seikhlasnya yang diambil seminggu sekali. "Setiap hari Kamis relawan keliling ke rumah-rumah menerima donatur seiklasnya. Lalu hari Jumat didistribusikan," kata dia.

Ia menambahkan Jumat Berkah dirintis hanya 5-10 orang donatur, dengan paket sembako hanya 3-4 paket sembako. "Tapi alhamdulillah sekarang sudah semakin banyak dan kegiatan juga tidak hanya paket sembako saja," kata dia.

Menurutnya Jumat Berkah juga membantu sejumlah musala yang belum memiliki tempat berwudhu dan memberikan sedekah kematian berupa air mineral dan uang senilai Rp100 ribu.

Sementara itu, Kepala Kampung Sendangbaru M. Basyaruddin mendukung program komunitas Jumat Berkah, apalagi manfaatnya sangat besar bagi masyarakat.

Ia berharap program Jumat Berkah bisa terus dilanjutkan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. "Saya mendukung apapun program elemen masyarakat, asalkan demi mensejahterakan rakyat," katanya.

Menurutnya berjuang bisa dari mana saja, jajaran aparatur kampung bekerja melalui jalur pemerintahan, sementara elemen masyarakat bisa berjuang melalui jalur lain seperti Jumat Berkah.

Adi Sunaryo






Berita Terkait



Komentar