#pilkakam#petahana#beritalamteng

Tiga Petahana Terjungkal dalam Pilkakam di Seputih Mataram

( kata)
Tiga Petahana Terjungkal dalam Pilkakam di Seputih Mataram
Proses penghitungan suara di Bumi Setia, Kecamatan Seputih Mataram. Lampost.co/Wahyu Pamungkas

Gunungsugih (Lampost.co) -- Petahana di tiga kampung se-Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah terjungkal pada pilkakam serentak yang digelar Kamis, 7 November 2019.

Informasi yang dihimpun Lampost.co, hingga pukul 20.00 WIB, dari sembilan kampung se-Kecamatan Seputih Mataram yang menggelar pilkakam serentak, delapan diantaranya telah menyelesaikan proses penghitungan suara.

Delapan kampung itu, Rejosari Mataram, Sumber Agung, Trimulyo Mataram, Utama Jaya, Dharma Agung, Bumi Setia Mataram, Subing Karya dan Banjar Agung. Sementara Fajar Mataram proses penghitungan suara belum selesai. Diantara delapan kampung yang telah menyelesaikan penghitungan, tiga incumbent, yakni dari Kampung Utama Jaya, Dharma Agung dan Bumi Setia, dipastikan kalah dari kompetitornya.

Berikut ini delapan calon kepala kampung terpilih se-Seputih Mataram, yakni para petahana Harsono desa Rejosari, Joko Walidi desa Trimulyo, Juwadi desa Subing Karya, Parlin desa Banjar Agung, dan Supri desa Sumber Agung. Sedangkan tiga kampung yang dimenangkan oleh penantang adalah Candra desa Dharma Agung, Nurohman desa Bumi Setia dan Hendri desa Utama Jaya.

Perwakilan Pemerintah Kecamatan Seputih Mataram Suprapto mengatakan malam ini juga, kotak berisi surat suara hasil pemilihan langsung diamankan di kantor kecamatan. Sementara berita acara penetapan calon terpilih yang dibuat oleh BPK setiap kampung akan diteruskan ke kabupaten.

"Untuk selanjutnya, pelantikan dan lain-lain nanti waktunya ditentukan kabupaten," kata Suprapto.

Setiaji Bintang Pamungkas

Berita Terkait

Komentar