#ojk#ekbis#perbankan

Tiga Penyumbang Kredit Bermasalah Terbesar di Lampung

( kata)
Tiga Penyumbang Kredit Bermasalah Terbesar di Lampung
OJK. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menyebutkan tiga sektor ekonomi penyumbang kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).


Ketiganya adalah sektor transportasi dan komunikasi, pedagang besar-eceran, dan penerima kredit dengan total kredit Rp3,16 triliun. Nilai itu menjadikan rasio NPL di Lampung mencapai 4,86%, yaitu nyaris menembus standar maksimal 5%. Jika di atas 5% bank akan masuk dalam pengawasan intensif.

Kepala OJK Lampung, Bambang Hermanto, mengatakan NPL gross sektor perbankan di Lampung tercatat sebesar 4,86%. Namun, jika dari NPL Net (NPL Gross dikurangi dengan pencadangan kerugian yang diantisipasi bank) hanya sebesar 1,14%. Artinya bank mengantisipasinya dengan baik potensi risiko kredit bermasalah yang muncul.

"Pengawasan intensif berlaku kepada individual bank bukan industri perbankan dan NPL yang diperhitungkan adalah NPL Net untuk individual bank umum," kata Bambang kepada Lampost, Senin, 13 Desember 2021.

Ia mengatakan pergerakan NPL gross yang mendekati threshold khususnya bagi tiga sektor terbesar itu menjadi peringatan bagi perbankan untuk lebih baik dalam mengelola kredit bermasalah dan kredit restrukturisasi dalam rangka penerapan kebijakan stimulus dampak covid-19. 

Dengan mengetahui pokok permasalahan kredit bermasalah perbankan diharapkan bisa mendapatkan solusi penyelesaian kredit dengan baik. Selain itu, perbankan juga harus lebih selektif dalam melakukan penyaluran kredit dengan mengarahkan kepada sektor-sektor ekonomi yang masih potensial berkembang di tengah pandemi. 

"Hal ini diperlukan untuk menjaga kinerja kualitas kredit dan rentabilitas bank," katanya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar