#penipuan#covid-19#lampungtimur

Tiga Pelaku Pemalsuan Surat Rapid Antigen di Lamtim Dibekuk

( kata)
Tiga Pelaku Pemalsuan Surat Rapid Antigen di Lamtim Dibekuk
Ilustrasi surat antigen: Antara


Sukadana (Lampost.co) –- Anggota Tekab 308 Polres Lamtim, membekuk tiga tersangka pelaku pemalsuan surat rapid antigen, Jumat, 5 November 2021. Ketiga tersangka yang diamankan tersebut adalah, MT (39), warga Kecamatan Marga Tiga, PI (27), warga Kecamatan Pasir Sakti dan WH (30), warga Kecamatan Simpangpematang, Mesuji.

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur AKP Ferdiansyah, menjelaskan, ketiga tersangka ditangkap berdasar informasi dari masyarakat mengenai beredarnya surat rapid antigen palsu di Kecamatan Pasirsakti.

Berdasarkan informasi dimaksud, Sat Reskrim Polres Lamtim kemudian melakukan penyelidikan. Saat melakukan penyelidikan dengan patroli hunting sekitar pukul 01.30 WIB, petugas melihat ada satu unit mobil travel Toyota Avanza B 1354 KKZ mencurigakan di depan sebuah mini market di Desa Semarang Baru, Kecamatan Pasirsakti.

Ferdiansyah menjelaskan dari kecurigaan tersebut, petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap penumpang mobil travel tujuan pelabuhan Bakauheni tersebut. Saat diperiksa, petugas mendapati ada penumpang membawa surat rapid antigen yang diduga palsu.

Mendapati temuan tersebut, petugas kemudian memeriksa dan menginterogasi pengemudi mobil travel, MT. Saat dinterogasi, MT mengaku bahwa surat rapid antigen yang dibawa penumpang tersebut memang palsu.

Baca juga: Pemalsu Surat Hasil Antigen di Lamtim Dibekuk

Menurut Kasat, berdasarkan keterangan MT, petugas kemudian langsung mengamankan yang bersangkutan sekaligus barang bukti berupa lima lembar surat rapid antigen palsu dan sebuah telepon genggam.

Selanjutnya dari pengembangan yang dilakukan, petugas kembali dapat membekuk WH. Saat menangkap WH yang merupakan mantan pengemudi mobil travel itu, petugas juga menyita empat lembar surat rapid antigen palsu dan sebuah telepon genggam.

Ferdiansyah juga menerangkan usai menangkap WH, petugas kembali melakukan pengembangan dan dapat mengamankan PI. PI yang berprofesi sebagai pemilik toko obat pertanian merupakan pembuat surat rapid antigen palsu tersebut.

Dari tersangka PI ini, petugas juga dapat mengamankan barang bukti berupa, satu unit laptop dan printer, sebuah stempel dan tiga buah telepon genggam. Setelah itu, ketiga tersangka berikut barang bukti langsung digelandang petugas ke Mapolres Lamtim.

Saat diperiksa petugas di Mapolres Lamtim, para tersangka mengaku memalsukan surat rapid antigen dengan menggunakan kop surat, stempel serta tanda tangan petugas Puskesmas Mataram Baru.

Ferdiansyah menerangkan untuk per lembarnya surat rapid antigen palsu itu dibanderol dengan harga Rp50 ribu, yang  kemudian dibagi dua dengan perantara. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 263 dan 268 KUHP, tentang pemalsuan dengan ancaman hukuman lima  tahun penjara.

 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar