#korupsi#feeproyeklamsel#hukum

Tiga Mobil Berpelat B Keluar dari Mako Brimob Polda Lampung

( kata)
Tiga Mobil Berpelat B Keluar dari Mako Brimob Polda Lampung
Mako Brimob Polda Lampung.Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan tengah memeriksa sejumlah saksi di Mako Brimob Polda Lampung pasca-ditetapkannya Asisten II Ekobang Sekkab Lampung Selatan Hermansyah Hamidi sebagai tersangka kasus fee proyek. Berdasarkan informasi di Mako Brimob Polda Lampung, terlihat seorang berbaju putih masuk mobil bersama sejumlah orang pada Kamis sore, 16 Juli 2020, pukul 17.10 WIB.

Selanjutnya ada tiga mobil warna hitam berpelat polisi B keluar dari Mako Brimob tersebut.

Agus, warga setempat, mengatakan memang ada tiga mobil secara bergantian masuk ke Mako Brimob namun mereka tidak tahu persis seperti apa dan ada keperluan apa karena tidak terlalu memperhatikan. "Saya lihat memang ada tiga mobil berpelat B masuk, namun enggak paham ada kepentingan apa," ujarnya kepada Lampost.co, Kamis, 16 Juli 2020.

Berita terkait: KPK Periksa Nanang Ermanto

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK bidang Penindakan Ali Fikri tak menampik adanya pemeriksaan tersebut. "Benar, KPK memeriksa beberapa pihak dari unsur PNS terkait penyidikan pengembangan perkara dugaan suap yang berhubungan dengan proyek-proyek infrastruktur di Lamsel. Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dan perkaranya telah berkuatan hukum tetap, di antaranya Zainudin Hasan dkk," ujar Ali Fikri, Kamis, 16 Juli 2020.

Informasi yang didapat Lampost.co, komisi antirasuah tersebut memeriksa Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, dan Kadis PUPR Syahroni juga diperiksa. Ali Fikri membenarkan Nanang juga menjalani pemeriksaan.

"Beberapa PNS di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, termasuk Bupati Lamsel (Nanang Ermanto)," ujarnya.

Awak media mencoba melakukan pengecekan terkait pemeriksaan Nanang Ermanto dan saksi lainnya di Mako Brimob Polda Lampung. Awak media secara persuasif menyambangi pos penjagaan untuk meminta izin melakukan peliputan, tapi salah satu petugas penjaga tidak memperkenakan awak media meliput di dalam kawasan Mako Brimob.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar