#Covid-19#Covid-19indonesia#Vaksin

Tiga Kelompok Ini Lebih Mungkin Alami Efek Samping Vaksin Covid-19

( kata)
Tiga Kelompok Ini Lebih Mungkin Alami Efek Samping Vaksin Covid-19
CDC melaporkan ada tiga kelompok yang rentan mengalami efek samping dari vaksin covid-19. (Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


Jakarta (Lampost.co) -- Tidak semua orang mengalami efek samping yang dirasakan setelah vaksinasi Covid-19. Pada beberapa orang yang sudah mendapatkan vaksin mengalami efek samping yang ringan seperti nyeri di lengan suntik atau kelelahan. Namun, pada beberapa orang lainnya tidak mengalami efek samping sama sekali.

Namun, berdasarkan sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan bahwa ada tiga kelompok yang lebih rentan mengalami efek samping dari vaksin covid-19. Kelompok tersebut adalah:

1. Wanita

Menurut sebuah studi CDC yang menganalisis bulan pertama vaksinasi, lebih dari 79 persen efek samping dilaporkan oleh wanita. Dan reaksi parah anafilaksis telah dilaporkan hampir sebagian besar terjadi pada wanita.

Meskipun belum bisa disimpulkan, bisa jadi wanita lebih cenderung melaporkan efek samping, atau wanita meningkatkan respons kekebalan yang lebih agresif terhadap virus korona.

2. Orang tua

Dalam uji klinis vaksin, anak muda atau anak-anak melaporkan lebih banyak efek samping daripada orang tua. Alasannya lagi mungkin karena sistem kekebalan.

Anak-anak memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat sehingga akan memberikan respons yang lebih kuat terhadap patogen yang menyerang. Dalam hal ini, akan bermanifestasi sebagai efek samping yang lebih terlihat.

"Kita tahu bahwa sistem kekebalan berubah seiring bertambahnya usia," kata Dr Anne Liu, seorang dokter penyakit menular di Palo Alto.

"Kita juga tahu bahwa anak-anak memiliki produksi yang lebih kuat dari sekelompok molekul yang disebut interferon yang membantu dalam memerangi virus,” ujar Liu.

“Dan itu mungkin menjadi alasan mengapa orang tua akan mengalami covid-19 yang lebih berat. Respons yang lebih kuat pada anak-anak tampaknya menjadi hal yang baik dan itu berkorelasi dengan anak-anak yang terkena virus korona tanpa infeksi yang parah," ujar Liu.

3. Seseorang yang sudah pernah terinfeksi covid-19 sebelumnya

Uji klinis menunjukkan bahwa orang yang sudah tertular covid-19 akan memiliki lebih banyak efek samping vaksin daripada orang yang belum pernah trinfeksi covid-19.

Itu mungkin karena sistem kekebalan mengingat virus dari infeksi sebelumnya dan memiliki tanggapan langsung yang lebih kuat terhadap penyerang yang didapatkan dari vaksin. Tetap jalani protokol kesehatan sebelum, saat, dan setelah menerima vaksinasi covid-19 ya Teman Gaya!

Winarko







Berita Terkait



Komentar