tanahlongsor

Tiga Kabupaten di Lampung Perlu Ekstra Waspada Bencana Tanah Longsor

( kata)
Tiga Kabupaten di Lampung Perlu Ekstra Waspada Bencana Tanah Longsor
Longsoran tanah dan pohon tumbang di jalan lintas Liwa-Krui. (Foto: Dok)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mewaspadai tiga kabupaten yang berpotensi terjadi bencana longsor, yaitu Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat. 

Kasi Data dan Informasi BMKG Kelas I Radin Inten II Lampung, Rudi Harianto mengatakan, saat ini memasuki puncak musim penghujan dengan adanya fenomena itu dapat berdampak terjadinya bencana longsor dengan topografi wilayah rentan bencana.  

"Secara umum bulan Januari-Februari 2021 wilayah Provinsi Lampung memasuki puncak musim penghujan. Dengan fenomena itu, hal yang bisa terjadi menimbulkan dampak salah satunya yaitu tanah longsor," ujarnya, Rabu, 13 Januari 2021. 

Jika dilihat dari topografi wilayah tiga kabupaten itu memang wilayah yang terdiri dari perbukitan dan pegunungan, dengan adanya curah hujan tinggi sangat dimungkinkan berpotensi terjadi longsor.

"Di Lambar memang cendrung jurang dan perbukitan, seperti jalur Liwa - Krui, Kota Agung ke Pesisir Barat, sangat dimungkinkan ketika turun hujan lebat terjadi longsor," kata dia. 

Topografi wilayah yang cenderung sudah tidak dapat bertahan dengan daya tampung curah hujan intensitas tinggi sangat rentan. "Kabupaten itu tadi perlu ekstra waspada dengan adanya fenomena di musim penghujan ini," ujar dia. 

BMKG Lampung memperkirakan puncak musim penghujan hanya akan terjadi pada Januari hingga Februari. Dan akan mulai berkurang di bulan April. 

"Ada dampak yang lain yaitu banjir, genangan, seperti wilayah Tanggamus yang banyak sungai itu cenderung terjadi banjir bandang, kalau di perkotaan genangan itu sangat mungkin dengan topografi atau tata kota yang kurang terawat, dengan adanya jumlah debit air tinggi bisa timbul genangan," katanya.  

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar