#korupsi#kpk

Tiga Hari, 20 Saksi Diperiksa soal Korupsi KONI Lampung

( kata)
Tiga Hari, 20 Saksi Diperiksa soal Korupsi KONI Lampung
Ilustrasi diunduh Kamis, 19 Mei 2022. (Medcom.id)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Selama tiga hari, penyidik tindak pidana khusus Kejati Lampung memeriksa 20 saksi perkara korupsi anggaran KONI Lampung.


Sembilan saksi diperiksa pada 19 Mei 2022. Sembilan saksi tersebut yakni EAS, wakil ketua I cabang bulutangkis Lampung, MJP bendahara cabang bulutangkis. Kemudian, TS, ketua umum cabang tenis lapangan Lampung, UH cabang tenis lapangan Lampung.

Selanjutnya, HNB, ketua umum cabang kick boxing, VCW bendahara cabang kick boxing Lampung. Kemudian, MA, bendahara cabang renang Lampung, FX BN sekretaris umum cabang anggar Lampung, serta FA, bendahara cabang dayung Lampung. 
 
"Hari ini, ada sembilan saksi dan pemeriksaan bakal terus berlanjut," ujar Kasinpenkum Kejati Lampung, I Made Agus Putra, melalui telepon, Kamis, 19 Mei 2022.

Sebelumnya, empat saksi diperiksa pada 18 Mei 2022. Keempatnya yakni MRA, bendahara cabang selam Lampung, kemudian DI, ketua cabang Kempo Lampung. Kemudian BDI, bendahara cabang Kempo Lampung, dan SN bendahara cabang terjun payung. 

Sedangkan pada 17 Mei 2022 tujuh saksi diperiksa. Ketujuh saksi yakni IJ ketua cabang menembak Lampung, kemudian MP,  bendahara cabang menembak Lampung.

Selanjutnya, PY sekretaris cabang panahan Lampung, MN dari Judo Lampung, MRN sekum cabang wushu Lampung. Kemudian, MRM sekum cabang atletik Lampung, dan HR ketua tinju Lampung.

"Para saksi yang diperiksa beberapa hari ini terdiri dari penanggungjawab dan bendahara cabang olahraga,"kata Made. 

Dia menjelaskan pemeriksaan para saksi seputar pencarian fakta hukum. Dalam tahap proses penyelidikan, ada beberapa fakta yang harus didalami pada kegiatan KONI Lampung. Antara lain, program kerja KONI dan pengajuan dana hibah tidak disusun berdasarkan usulan kebutuhan KONI dan cabang olahraga. Akibatnya, penggunaan dana hibah KONI diduga terjadi penyimpangan.

Pihaknya juga masih menunggu hasil audit kerugian negara dari lembaga resmi yakni BPKP perwakilan Lampung. Pemeriksaan terkait penggunaan anggaran yang digelontorkan KONI Lampung mencapai Rp29 miliar. 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar