#danadesa#beritalamsel#pencairandd

Tidak Transparan Kelola Dana Desa, Plt. Kades Kekiling Dituntut Mundur

( kata)
Tidak Transparan Kelola Dana Desa, Plt. Kades Kekiling Dituntut Mundur
Kantor Pemerintahan Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan lengang. Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co): Sejumlah warga Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan menuntut Ari Wandira mundur sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala desa setempat.

Mantan Sekertaris Desa Kekiling yang diangkat menjadi Plt Kades sejak Oktober 2019 lalu itu diduga menggunakan dana dari pemerintah tanpa musyawarah dengan perangkat desa maupun tokoh masyarakat setempat.

"Sejak dilantik sebagai Plt Kades pada Oktober 2019 lalu, Ari Wandira bertindak sesuka hati dalam mengelola bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Untuk itu,  kami minta Plt. kades mundur dari jabatannya," ujar salah seorang warga Desa Kekiling yang enggan disebutkan namanya kepada Lampost.co, Kamis, 30 April 2020.

Selain tidak transparan, ujarnya, setiap melaksanakan kegiatan belanja dengan dana desa, Plt. kades tidak pernah melalui musyawarah dengan aparatur desa maupun warga setempat.

"Semua kegiatan yang menggunakan uang DD tidak pernah ada musyawarah dan tidak ada papan informasi terkait proyek DD. Sehingga sulit bagi masyarakat untuk mengetahui besar anggaran yang telah digunakan," ujarnya.  

Tahun ini di Desa Kekiling sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur di bahu jalan poros menggunakan DD Tahun Anggaran 2020. Namun, masyarakat tidak mengetahui besaran anggaran pembangunan tersebut, karena tidak adanya papan informasi di lokasi proyek pembangunan.

"Kami sebut sebagai proyek siluman karena tanpa plang proyek," ujarnya.   . 

Selain pembangunan bahu jalan, dana desa tahun ini juga disinyalir digunakan untuk pembangunan talut dan program bantuan jamban sehat untuk keluarga yang masih buang air besar sembarangan (BABS).

"Kami sebagai aparatur desa sudah tidak mengetahui lagi apa saja kegiatan desa. Bahkan semua urusan desa diambil alih oleh Plt Kades tanpa melibatkan aparatur desa. Bendahara desa dan bendahara barang yang menurut kami sangat penting juga sudah tidak dilibatkan," ujar salah satu perangkat desa Kekiling yang meminta namanya dirahasiakan. 

Sementara itu, Plt. Kades Kekiling Ari Wandira membantah jika penggunaan dana desa tidak transparan. Terkait papan proyek yang tidak dipasang di lokasi pekerjaan, Ari menyebut sedang dalam proses.   

"Tidak benar isu itu. Semua kegiatan menggunakan dana desa transparan kok," ujarnya singkat. 

Sementara Camat Penengahan, Erdiansyah mengaku akan melakukan cross check di lapangan terkait tuntutan warga Desa Kekiling yang meminta Plt. Kades Ari Wandira mundur dari jabatannya karena tidak transparan mengelola dana desa. 

"Kita cross check  dulu. Seharusnya Plt. Kades menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang ada. Jangan semena-mena dalam mengambil keputusan. Apalagi soal anggaran DD," kata Erdiansyah.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar