#BERITALAMPUNG#PAJAK

Tidak Setor PPN, Penyidik DJP Kembali Serahkan Tersangka Perpajakan ke Jaksa

( kata)
Tidak Setor PPN, Penyidik DJP Kembali Serahkan Tersangka Perpajakan ke Jaksa
Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Karena tidak menyetorkan pajak pertambahan nilai (PPN) yang telah dipungut dari pembeli, Tim Penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung kembali menyerahkan tersangka dugaan pidana di bidang perpajakan berinisial IL kepada Kejaksaan Negeri Tanggamus. Selain itu, PPNS Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung juga menyerahkan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum untuk diproses lebih lanjut. 

Wajib Pajak tersebut diduga telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan berupa dengan sengaja menyampaikan Surat Pemberitahuan keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap dan atau tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut. Modusnya dengan tidak menyetorkan PPN yang dipungut dari pembeli melalui KUBR dalam kurun Januari 2016 hingga Desember 2018.

"Wajib pajak melanggar Pasal 39 Ayat (1) huruf d dan atau huruf i Undang-undang KUP, diancam dengan hukuman pidana penjara paling singkat enam bulan dan paling lama enam tahun. Kemudian, denda paling sedikit dua kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 empat kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar," kata Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Sarwa Edi.

Atas perbuatan tersangka, menimbulkan kerugian pada pendapatan negara sekurang-kurangnya sebesar Rp10 miliar lebih. 

"Perlu diketahui bahwa penyidikan sudah melalui tahap sebelumnya yaitu pemeriksaan bukti permulaan, dimana dalam pemeriksaan bukti permulaan tersebut ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup bahwa Wajib Pajak diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan sehingga ditingkatkan ke tindakan penyidikan," ujarnya.

Berkat kerja sama yang baik antara penegak hukum Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Kepolisian Daerah Lampung, dan Kejaksaan Tinggi Lampung, berkas perkara atas tersangka IL sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Peneliti (P-21) dan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Tanggamus pada Selasa, 9 Maret 2021.

"Keberhasilan Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung dalam menangani tindak pidana perpajakan merupakan wujud koordinasi yang baik dengan aparat penegak hukum Kepolisian Daerah Lampung, dan Kejaksaan Tinggi Lampung," katamya.

Upaya penegakan hukum ini dalam rangka menimbulkan efek jera atau deterrent effect kepada Wajib Pajak lain yang menyalahgunakan hukum perpajakan di Indonesia dan upaya pengamanan penerimaan pajak negara.

Sebelumnya, Tim Penyidik Kantor Wilayah DJP Bengkulu dan Lampung telah menyerahkan tersangka dugaan pidana di bidang perpajakan berinisial AC kepada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. Berkas perkara atas tersangka AC sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Peneliti dan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung pada Selasa 2 Maret 2021.

Wajib Pajak tersebut diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan berupa menerbitkan atau menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya melalui PT. JEP, selama masa pajak Oktober 2018--Maret 2019. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar