#bpjamsostek#jaminansosial#beritalampung#pmi

Tiba di Bandara, PMI yang Kecelakaan di Malaysia Dijemput Pakai Ambulans oleh BPJamsostek Bandar Lampung

( kata)
Tiba di Bandara, PMI yang Kecelakaan di Malaysia Dijemput Pakai Ambulans oleh BPJamsostek Bandar Lampung
Penjemputan PMI asal Malaysia oleh BPJamsostek Bandar Lampung untuk dibawa ke RS Urip Sumoharjo. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Sebagai badan jaminan sosial yang memegang amanah untuk mensejahtrakan para pekerja, BPJamsostek Bandar Lampung memberikan pelayanan prima kepada pesertanya dengan melakukan penjemputan pasien yang mengalami kecelakaan kerja di luar negeri untuk langsung dibawa ke Pusat Layanan kecelakaan Kerja (PLKK) di RS Urip Sumoharjo, di Bandara Radin Inten II Lampung, Kamis, 30 Januari 2020.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung Widodo mengungkapkan pasien tersebut merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia dan mengalami kecelakaan kerja. PMI tersebut mendapatkan perlindungan jaminan sosial sejak keberangkatan dari Indonesia sehingga pada waktu kepulangan ke Tanah Air semua biaya pengobatan dan perawatan ditanggung oleh BPJamsostek hingga sembuh.

"Ini sebagai bentuk penghargaan yang luar biasa bagi pahlawan devisa yang berjuang untuk kesejahteraan keluarganya, sehingga dengan pelayanan prima yang kami berikan ini sebagai bentuk nyata pemerintah hadir melindungi para pekerja," kata Widodo.

Widodo menjelaskan PMI asal Sukarame, Bandar Lampung tersebut dipekerjakan sebagai TKI di Malaysia. Berangkat November 2019 dan mengalami kecelekaan kerja pada 12 Januari 2020 setelah terlindas traktor dibagian pinggang saat sedang bekerja di kebun.

Dia mengatakan BPJamsostek memberikan pelayanan kesehatan akibat kecelakaan kerja (JKK) sesuai dengan indikasi medis (sampai sembuh) dengan standar kelas 1 rumah sakit pemerintah atau rumah sakit swasta yang setara.

Selain itu penggantian biaya pengangkutan. Jika menggunakan angkutan darat, sungai, atau danau paling banyak Rp1 juta, angkutan laut paling banyak Rp1,5 juta, dan atau angkutan udara paling banyak Rp2,5 juta.

Selain itu, jika mengalami cacat juga akan mendapat santunan hingga Rp142 juta dikali persentase kecacatan dan atau cacat total mendapatkan santunan Rp100 juta, 2 anak ahli waris mendapatkan beasiswa pendidikan sampai perguruan tinggi. Kemudian akan mendapatkan santunan berkala untuk cacat total sebesar Rp4,8 juta yang dibayarkan sekaligus.

Peserta juga akan mendapatkan layanan rehabilitasi berupa alat bantu dan atau alat ganti. "Jika gigi rusak atau tanggal akibat kecelakaan pun juga akan mendapatkan penggantian biaya gigi tiuran hingga Rp3 juta," tambah Widodo.

 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar