#thr#PNS#PPPK

THR Tenaga Honorer di Metro Tunggu Kebijakan Wali Kota

( kata)
THR Tenaga Honorer di Metro Tunggu Kebijakan Wali Kota
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro, Amrulloh. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro menyebut kebijakan wali kota sangat diperlukan guna pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi tenaga harian lepas (THL) atau honorer.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro, Amrulloh mengatakan, saat ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah mengembalikan kebijakan pemberian THR bagi pegawai honorer ke Kepala Daerah masing-masing.

"Itu nanti tinggal kemauan kepala daerah dan keberpihakan pada para pekerja atau honorer. Sehingga, saat ini sangat diperlukan kebijakan dari Wali Kota Metro agar tenaga honorer di Metro bisa mendapatkan THR, sehingga bisa membuat Kota Metro Ceria," kata dia, Sabtu, 23 April 2022.

Dia menambahkan, jika Wali Kota Metro tidak memberikan kebijakan dalam pelaksanaan pemberian THR maka tenaga honorer tidak akan menerima haknya.

"Kalau begini, tenaga honorer akan merana. Bahkan, merasa sengsara karena dalam 2 tahun berturut-turut tidak mendapatkan THR. Doa dan harapan serta suara dari 1800 tenaga honorer hendaknya menjadi masukan untuk didengarkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro sesuai slogan mendengar dan bekerja," tambahnya.

Dia menjelaskan, jika dalam pelaksanaan pemberian THR ini merujuk dari Surat Edaran (SE) nomor M/1/HK.04/IV/2022 tanggal 6 April 2022 tentang pelaksanaan THR Keagamaan tahun 2022 bagi pekerja atau buruh di perusahaan. Maka THR bukan hanya hak para pekerja yang berstatus tetap saja.

"Perlu juga pekerja kontrak, outsourcing, tenaga honorer, buruh harian lepas di kebun, sopir dan pekerja rumah tangga (PRT) berhak atas THR. Sedangkan dalam laman Instagram Kemenaker menjelaskan pemberian THR Keagamaan bagi pekerja honorer di instansi pemerintah dapat diberikan sesuai alokasi pada DIPA, kontrak kerja, dan Sk pelaksanaannya disesuaikan dengan kebijakan masing-masing instansi atau daerah," jelasnya.

Kemudian, untuk mekanisme pemberian THR juga sudah disiapkan dalam pagu anggaran gaji tunjangan dalam APBD 2022.

"APBD kan sudah disahkan. Anggaran sudah ada, tinggal kebijakan mau atau tidak pakai perspektif Kemenaker," ungkapnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar