#suapunila#infak

Thomas Riska Luruskan Pemberitaan Suap PMB Unila

( kata)
Thomas Riska Luruskan Pemberitaan Suap PMB Unila
Pengusaha Lampung Thomas Aziz Riska meluruskan pemberitaan keterkaitan namanya disebut dalam kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Lampung (Unila).(Foto:Dok.Unila)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Pengusaha Lampung Thomas Aziz Riska meluruskan pemberitaan keterkaitan namanya disebut dalam kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Lampung (Unila).

Pemilik Tegal Mas Island ini mengaku tidak pernah memberikan uang kepada Rektor Nonaktif Unila Karomani untuk penerimaan itu.

Bahkan Karomani sendiri mengakui di persidangan Pengadilan Tipikor Bandar Lampung pada Kamis, 1 Desember 2022, Thomas tidak memberi infak—istilah suap PMB Unila Fakultas Kedokteran. “Yang memberi infak, informasi dari Budi Sutomo. Thomas tidak memberikan infak,” kata Karomani di persidangan.

Sementara informasi yang beredar terdapat list berjudul ‘Nama Pejabat Titip Nama’.  Terdapat 12 mahasiswa, dua diantaranya tertulis mahasiswa titipan Thomas yakni AQ dan NP.

Terkaitan dua nama mahasiswa itu, Thomas, Jumat, 2 Desember 2022, menjelaskan terang  benderang bahwa Karomani mengungkapkan Thomas tidak memberikan infak atau apapun untuk menitipkan mahasiswa.

Lagi pula mahasiswa yang tertulis dua yakni AQ dan NP, ternyata itu hanya satu orang. Dia adalah AQNP anak dari HH yang merupakan kerabat dekat Thomas.

“Orang tua mahasiswa hanya memberikan sumbangan resmi atau legal masuk jalur mandiri. Sebesar Rp250 juta, dan dicicil oleh ayah mahasiswa, sebesar Rp50 juta per bulan,” kata Thomas.

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar