prostitusiprostitusionline

Terungkap di Sidang, Mucikari Pajang Foto Vernita Syabila di Status WA

( kata)
Terungkap di Sidang, Mucikari Pajang Foto Vernita Syabila di Status WA
Foto. Lampost.co/Asrul


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sidang perdana tindak pidana perdagangan orang yang menyeret artis atau selebgram, dengan terdakwa Baban Supandi alias Baim (36), warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berlangsung di ruang Yustisia Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa, 24 November 2020. Sidang berlangsung secara daring, dan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Ismail Hidayat.

Dalam perkara ini, dua terdakwa munikari lainnya yakni Maila Kaesa dan Meilianita Nur Azi telah terlebih dahulu menjalani persidangan.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yetty Munira disebutkan, terdakwa Baban Supandi telah memasang foto saksi Reni Hernita alias Vernita Syabill di status aplikasi Whatsapp pada Sabtu, 25 Juli 2020. Kemudian, saksi Maila Kaesa menanyakan perihal foto tersebut kepada terdakwa, dengan isi chat ”Kak itu siapa? “, terdakwa jawab ”Vernita Syabila“, dibalas oleh saksi Maila Kaesa “ARTIS”, dan terdakwa jawab "Iya ARTIS“.

Lalu, saksi Maila Kaesa menjawab “Berapa”, dijawab terdakwa “Rp.20.000.000“, dan terdakwa mengirim Foto Vernita Syabilla dengan tujuan untuk jasa seks (persetubuhan) ke saksi Maila Kaesa. Kemudian dijawab saksi Maila Kaesa, “Ya kak aku promosin dulu ke tamu aku sapa tau cocok”.

Kemudian pada hari yang sama, dan Minggu, 26 Juli 2020, sekitar pukul 19.00 wib, Maila Kaesa menghubungi terdakwa kembali melalui Chat WA dan isi chat nya, “Kak artis ini bisa  tidak ke Lampung” dan terdakwa jawab “saya tanyakan dulu ke artis nya ya”, dijawab "Kalau deal terbang ke Lampung pada hari Selasa”.

"Selanjutnya terdakwa menanyakan langsung ke saksi Vernita dengan isi chat “Neng bisa ke Lampung enggak” dan dijawab saksi Vernita ”Bisa kak” Rp12 juta ke dirimu ya dan nanti uang Rp20 juta ke kamu ya dari Kaesa. “Ini aku kasih Kontak WA nya, dan Maila Kaesa menjawab "OK kak”. Pada waktu yang sama terdakwa memberikan telpon saksi Vernita ke saksi Kaesa dan “terdakwa bilang ke Kaesa Kabri ya Kalau jadi”. Selanjutnya saksi Vernita langsung dihubungi dengan saksi Maila kaesa," ujar JPU, Selasa 24 November 2020.

Pada Senin, 27 Juli 2020 sekira pukul 19.00 wib, saksi Maila menghubungi terdakwa melalui chat WA dengan berkata “Kak jadi ya besok bangunin aku pagi ya, soalnya ketemuan dengan saksi Vernita di Bandara Soekarno Hatta. Untuk masalah DP foto bareng dulu dengan saksi Vernita, baru kasih DP sebesar Rp10 juta. Pada Selasa pagi, 28 Juli 2020, sekitar pukul 07.00 wib terdakwa menghubungi saksi Kaesa, dengan berkata “Kaesa cepetan ditunggu Vernita di Bandara Soekarno Hatta”, dan dijawab “Iya kak”.

Selanjutnya, sekitar pukul 10.15 wib saksi Vernita menghubungi terdakwa menerangkan bahwa sudah bertemu dengan saksi Maila Kaesa. Pada Pukul 12.00 WIb saksi Kaesa menghubungi terdakwa melalui chat dengan berkata, “Kak uang DP sudah diaku kirim nomor rekening Kakak ya, dan kata Vernita bahwa uang DPnya ditransfer ke Vernita saja” dan terdakwa  jawab “Ya udah”.

Selanjutnya pada pukul 14.00 wib saksi Vernita menghubungi terdakwa kembali bahwa uang DP nya belum diterima, sedangkan saksi Vernita sudah sampai di Bandar Lampung.

"Selanjutnya terdakwa menghubungi Kaesa meminta uang DP sebesar Rp10 juta selanjutnya dijawab “Sebentar soalnya kita mau makan dulu setelah makan ntar aku Transfer, ntar aku tunjukin bukti tranfernya," katanya.

Kemudian Maila Kaesa menghubungi terdakwa, bahwa DP sudah dipegang dengan saksi Vernita Rp10 juta selanjutnya terdakwa jawab “ya udah nanti kabar kabar aja.”  Begitu juga dengan chat saksi Vernita kepada terdakwa bahwa uang DP  sudah dengan saksi Vernita, dan saksi Vernita berkata “entar aku pulang malem soalnya bertemu dengan klaen Kaesa cuma sebentar. Ya udah aku kerja dulu ya.”

Selang beberapa waktu, terdakwa lupa jamnya saksi Maila Kaisa chat terdakwa bahwa saksi Vernita nanti pulang duluan di pesawat pagi hari, sebab tidak ada pesawat penerbangan malam. Selajutnya pada Rabu, 29 Juli 2020 terdakwa mencoba menghubungi saksi Kaesa dan saksi Vernita beberapa kali namun sudah tidak ada yang aktif lagi.

Adapun keuntungan terdakwa dari penjualan jasa seks dengan saksi Vernita tersebut adalah sebesar Rp8 juta. Kemudian pada Senin, 10 Agustus 2020, pukul 16.30 bib, terdakwa Baban diamankan di rumahnya di Kelurahan Kerta Sari, Kecamatan Pabayuran Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Kemudian pada 11 Agustus 2020, sekitar pukul 11.00 Wib dari Polresta Bekasi terdakwa   dibawa ke Polresta Bandar Lampung.

"Perbuatan tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor : 21 tahun 2007 jo Pasal 10 UU RI Nomor : 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan tindak pidana Perdagangan Orang," katanya.

Dari pasal yang didakwa oleh JPU, Baban diancam pidana maksimal 15 tahun penjara.

Winarko







Berita Terkait



Komentar