#penganiayaan#cemburu

Tersulut Cemburu, Warga Pulau Panggung Aniaya Mantan Pacar Istri

( kata)
Tersulut Cemburu, Warga Pulau Panggung Aniaya Mantan Pacar Istri
Barang bukti yang digunakan pelaku penganiayaan buang mengancam krban. (Foto:Dok.Polsek Pulau Panggung)


Kotaagung (Lampost.co)--Polsek Pulau Panggung Polres Tanggamus menangkap pria inisial AS (20) warga Pekon Kemuning, Pulau Panggung yang diduga melakukan  penganiayaan.

Adalah MA (21) warga Pekon Sinar Mulyo, Pulau Panggung, korban panganiayaan AS lantaran tersulut emosi dan cemburu karena MA mantan pacar istri AS.

Dalam penangkapan tersebut, petuga turut menyita barang bukti sebilah golok bersarung kayu warna cokelat yang dipakai mengancam korban dan hasil visum korban.

Kapolsek Pulau Panggung Polres Tanggamus Iptu Musakir mengungkapkan, tersangka AS ditangkap tanpa perlawanan saat berada di kediamannya.

"Tersangka AS ditangkap pada Jumat, 29 Juli 2022 pukul 11.00 WIB saat berada di kediamannya," kata Kapolsek, Minggu, 31 Juli 2022.

Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian pada Kamis, 21 Juli 2022 sekitar pukul 08.30 WIB, korban MA mengantarkan kakaknya menggunakan sepeda motor dari rumah menuju Pekon Tekad. Pada saat di perjalanan, korban berpapasan  dengan tersangka AS dan selanjutnya sekitar pukul 09.00 WIB korban pulang ke rumahnya.

Tak berselang lama, saat MA duduk, tersangka datang kerumah korban dengan cara mengetuk pintu rumah dan langsung masuk ke dalam rumah  sambil mengatakan, 'jangan pernah terlihat didepan matanya, jika masih terlihat saya cari sampai mana saja'.

Bersamaan dengan itu, tersangka juga mengeluarkan sebilah golok dan kembali berkata 'Tidak usah macam-macam sama saya. Kamu belum Ttu, siapa saya'. Selanjutnya tersangka memasukkan kembali  goloknya ke dalam sarung.

Setelah memasukan golok, tersangka langsung mengepalkan tangannya dan meninju korban ke arah pipi kanan sebanyak dua kali, 1 kali ke arah bibir, hidung, kepala bagian kiri,  sehingga korban mengalami luka memar pada pipi kanan atas, bibir serta hidung mengeluarkan darah.

"Pasca ejadian, korban selanjutnya melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulau Panggung," jelasnya.

Pihak kepolisian melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan barang bukti sebilah golok bersarung kayu warna cokelat dari tangan tersangka.

Kapolsek menyebut atas perbuatannya tersebut, tersangka AS dijerat pasa 351 KUHP. "Ancaman maksimal 5 tahun penjara," tandasnya.

Sementara itu, menurut keterangan tersangka AS, ia melakukan penganiayaan kepada korban, lantaran tak kuasa menahan emosi karena saat berpapasan pada pagi hari di Jalan Tekad, korban MA menatapnya seperti sedang mengejek.

"Pas ketemu dia senyum-senyum seperti mengejek saya. Setelah pulang, saya masih ingat sehingga timbul emosi saya," kata AS di Mapolsek Pulau Panggung.

Tersangka AS juga mengakui bahwa saat mendatangi rumah MA dia mengancam menggunakan golok, namun tidak dipakai, hanya melakukan pemukulan dengan niat agar MA tidak lagi mengejeknya.

Sri Agustina






Berita Terkait



Komentar