#odf#babs#lingkungan#beritalamsel

Tersisa 6 Desa, Ketapang Optimis Bebas ODF pada November 2019

( kata)
Tersisa 6 Desa, Ketapang Optimis Bebas ODF pada November 2019
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

KALIANDA (Lampost.co) -- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Inap (PRI) kecamatan Ketapang, kabupaten Lampung Selatan optimis enam desa yang masih Open Difecation Free (ODF) atau buang air besar sembarangan (BABS) akan bebas hingga November 2019.

"Pada minggu ke tiga Oktober sampai awal November 2019 ke enam desa itu akan dilakukan verifikasi ODF dari Dinkes provinsi dan kabupaten. Jadi kami optimis sampai bulan depan (Nobember), kecamatan Ketapang akan bebas ODF," kata Kepala UPT PRI kevamatan Ketapang, Samsurizal kepada Lampost.co, Minggu 6 Oktober 2019.

Keenam desa di kecamatan Ketapang yang akan mendapatkan sertifikat sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) atau sertifikat ODF pada Oktober minggu ketiga dan awal November itu adalah Desa Ketapang, Legundi, Sidoasih, Karangsari, Sumur dan Desa Ruguk.

Samsurizal menyebutkan sejak tahun 2017 lalu hingga tahun 2019 ini, 11 desa lainya di kecamatan Ketapang telah dinyatakan bebas ODF oleh Tim verifikasi Dari Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten serta Dinas Pemeberdayaan Masyarakat Desa.

"Kami optimis tahun ini kecamatan Ketapang bebas ODF, karena program jamban sehat ini mendapat dukungan dari pemerintahan desa melalui bantuan stimulan dana desa sejak tahun 2017," ungkapnya.

Samsurizal mwngungkapkan sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pendampingan terhadap 6 desa tersebut. Sebab hingga saat ini masih ada ratusan rumah di enam desa tersebut yang belum memiliki jamban sehat.

"Kami masih memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat secara kontinu. Sebab, November mendatang Lamsel akan deklarasi sebagai kabupaten bebas ODF," pungkasnya.

Sementara itu sebelumnya kepala desa Sri Pendowo Vhandra Irawan mengatakan pemerintah desa mendukung program jamban sehat ini dengan bantuan stimulan dana desa yang diberikan kepada masyarakat berupa 2 set septictank, kloset (1), paralon (2), semen (2) dan paralon L (2).

"Bantuan dari DD ini sifatnya stimulan. Artinya tidak sepenuhnya pembuatan jamban sehat diberikan kepada masyarakat dan dikerjakan secara swadaya atau gotong royong, " ucapnya.

Aan Kridolaksono

Berita Terkait

Komentar