penusukanpenikamansyekhalijaber

Tersangka Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan

( kata)
Tersangka Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan
Pelaku penikam Syekh Ali Jaber, yakni Alfin Andrian tiba di Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Senin (26/10). Lampost.co/Sukisno


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, dengan tersangka Alpin Andrian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Senin, 26 Oktober 2020, pukul 11.17 WIB. Pelimpahan tersangka dan barang bukti itu dipimpin Kanit Jatanras Polresta Bandar Lampung, Iptu Ridho Gresya Ade.

Berdasarkan pantauan lampost.co, tersangka Alpin tampak sangat kurus dan selalu menundukkan kepala. Setiba di kantor Kejari Bandar Lampung, Alpin yang mengenakan pakaian serba merah dan celana pendek melakukan tes suhu tubuh sebelum masuk ke ruang bagian penyidikan.

Tersangka Alpin saat ditanya mengenai kabar seketika dia menjawab baik dan sehat, saat berjalan menuju ruangan penyidik Kejari Bandar Lampung. Terlihat juga beberapa pengacara dari tersangka sudah bersiap melakukan pendampingan.

Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Abdullah Noer Deny mengatakan, pihak Kejari menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik. Pada intinya karena sudah dinyatakan lengkap maka penyidik sesuai ketentuan hukum acara harus menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan atau penuntut umum.

"Dari pelimpahan tersangka dan barang bukti ini penuntut umum akan melimpahkan ke Pengadilan. Insyaallah bulan depan akan dilimpahkan untuk disidang," kata dia.

Ia menambahkan, untuk penahanan tersangka, dari hasil kordinasi dengan penyidik maka akan kembali dikembalikan ke Polresta untuk ditahan di sana (Polresta). "Berdasarkan kesepakatan dengan Kemenkumham untuk sementara Covid ini berlaku tahanan penuntut umum masih dititipkan dengan penyidik, nanti setelah sudah baru kita serahkan ke rutan atau lapas way huwi," kata dia.

Ditanya apakah korban (Syekh Ali Jaber) akan dihadirkan dalam sidang, Kajari menjelaskan, mengenai hal itu akan dilihat di persidangan berdasarkan ketentuan KUHP. "Situasi masih seperti sekarang ini (pandemi Covid-19) lihat bagaimana nantinya di persidangan. Karena melalui sidang virtual juga masih bisa," ungkapnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar