#covid-19#jenazahpdp

Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah PDP di Makasaar Jadi 38 Orang

( kata)
Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah PDP di Makasaar Jadi 38 Orang
Ilustrasi Medcom.id

Makassar (Lampost.co) -- Penyelidikan terhadap kasus pengambilan paksa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) di beberapa rumah sakit di Kota Makassar terus bergulir. Bahkan, sampai saat ini sudah ada 38 orang yang ditetapkan tersangka.

"Khusus kasus di RS Labuang Baji ada 32 tersangka. Tiga kasus lainnya ada enam tersangka," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo, di Makassar, Kamis, 2 Juli 2020.

Dia mengatakan saat ini pengembangan kasus pengambilan jenazah di empat rumah sakit itu masih difokuskan pada kasus di Rumah Sakit Labuang Baji.

Meski demikian, Ibrahim meyakinkan kasus lain juga akan tetap dikembangkan hingga selesai. "Tetap akan dilakukan pengembangan terhadap pelakunya. Bergantung penyidiknya. Tetapi kami tetap intens melakukan pengembangan," ujarnya.

Sebelumnya, kasus pengambilan jenazah di Kota Makassar beberapa waktu lalu ramai terjadi. Bahkan pengambilan jenazah berstatus PDP itu berselang tidak lama dari kasus sebelumnya.

Kasus pertama pengambilan paksa jenazah PDP dari rumah sakit oleh keluarga adalah di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 3 Juni 2020 lalu.

Ratusan orang datang untuk mengambil jenazah pria yang dinyatakan sebagai PDP di Rumah Sakit Dadi setelah dirujuk dari RS Akademis. Pria itu meninggal sekitar pukul 15.30 Wita setelah masuk ke ruang ICU RS Dadi. Sebelum tim Covid-19 melakukan pemulasaran terhadap jenazah, warga yang diperkirakan berjumlah ratusan datang dan langsung membawa jenazah. Tim yang ada saat itu tak bisa berbuat banyak.

Peristiwa itu ramai setelah terekam video dan tersebar di media sosial. Dalam video itu tak seorang pun petugas menahan mereka. Pasalnya, saat itu jumlah warga sangat banyak.

Peristiwa pengambilan jenazah secara paksa kedua terjadi di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 5 Juni 2020 lalu. Pasien berjenis kelamin laki-laki berumur 49 tahun itu meninggal setelah dirawat dua hari di RS Labuang Baji.

Pasien itu meninggal sekitar pukul 19.15 Wita. Kerabat dan warga pasien yang meninggal itu datang dengan jumlah yang cukup banyak dan langsung mengambil jenazah yang dinyatakan sebagai PDP.

Karena jumlah yang datang saat itu cukup banyak, petugas covid-19 yang ada tak mampu berbuat banyak. Warga pun membawa jenazah itu ke Jalan Rajawali, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Peristiwa serupa terulang di RS Stella Maris Makassar, pada Minggu malam, 7 Juni 2020. Pasien berinisial K itu masuk ke Rumah Sakit Stella Maris dengan keluhan batuk, demam, dan sesak napas, pagi hari sekitar pukul 08.30 Wita.

Setelah melalui pemeriksaan, apa yang dialami pasien mengarah ke Covid-19 dan akhirnya ditetapkan sebagai PDP kemudian dipindahkan ke ruang isolasi. Hanya saja, takdir berkata lain pasien meninggal dunia pada pukul 19.30 Wita.

Medcom



Berita Terkait



Komentar