#PEMALSUAN#BERITALAMPUNG#HIBAHTANAH

Tersangka Pemalsuan Dokumen Hibah Tanah di Lamsel segera Disidang

( kata)
Tersangka Pemalsuan Dokumen Hibah Tanah di Lamsel segera Disidang
Ilustrasi:Pixabay.com


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejati Lampung menerima pelimpahan tahap II yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti, perkara tindak pidana pemalsuan dokumen di Lampung Selatan, yang menyebabkan M. Tohir, Warga Desa Bakauheni, Kecamatan Bakaheni, Lampung Selatan diajukan ke pengadilan. Perkara ini segera disidangkan.


"Iya benar tadi pelimpahan tahap II secara administrasi, nanti sidangnya tetap sesuai locus di PN Kalianda," ujar Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan di ruang kerja, Senin, 22 Februari 2021. 

Ia memaparkan saat ini M. Tohir dititipkan ke LP Kelas II A Kalianda, selama 20 hari ke depan. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) nantinya berasal dari Jaksa Kejati dan Kejari Lampung Selatan.

"Nanti ada jaksa dari kami dan dan dari Lamsel, tim JPU sudah disusun," katanya.


Sebelumnya diberitakan, Polda Lampung segera melakukan pelimpahan tahap II, yakni barang bukti dan tersangka, tindak pidana pemalsuan dokumen, yang menyebabkan M. Tohir, Warga Desa Bakauheni, Kecamatan Bakaheni, Lampung Selatan disidang.

M. Tohir pun segera disidang, usai Jaksa Penuntut Umum merampungkan berkas perkara. Ia diduga memalsukan silsilah keluarga adat, dapat menguasai bidang tanah di Kabupaten Lampung Selatan dan memberikan hibah ke pihak lain.

"Iya benar, jadi memang sudah tersangka, dan Jumat kemarin kami tahan, karena untuk tahap II, Senin rencananya mau dilimpahkan ke Kejati," ujar Dirreskrimum Polda Lampung Muslimin Ahmad, Minggu, 21 Februari 2021.

Ia mengatakan sejak penetapan tersangka, M. Tohir tak langsung ditahan, lantaran penyidik menilai saat ditetapkan sebagai tersangka ada penangguhan dari pihak keluarga.

"Jadi, penilaian penyidik, umur (tersangka) yang lanjut usia, terus selama diperiksa ia selalu kooperatif," katanya.

Ia tak menampik kalau perkara tersebut berkaitan dengan dugaan land clearing yang dilakukan PT Tri Patria Bahuga di Bakauheni Lampung Selatan. Tetapi, penanganan di Subdit II Harda Ditreskrimum Polda Lampung hanya sebatas pemalsuan.

"Ya ada kaitan, tapi di kami ada pemalsuan, yang lain sepertinya ditangani Polres Setempat," ujarnya.


M. Tohir dilaporkan oleh Galih Patih Gemulung mewakili marga ada setempat, pada September 2020.

"Faktanya dia ini bukan keturunan, dari pemalsuan itu dia membuat surat hibah dari marga adat ke orang lain," kata Supriyanto, kuasa hukum pelapor.

Ditanya motif M. Tohir menghibahkan areal tanah ke perusahaan, ia enggan memaparkan. Menurut Supriyanto, tersangka memberikan hibah ke PT Tri Patria Bahuga. Menurutnya, ada perusakan kawasan mangrove dari sekitar kawasan tersebut.
.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar